Waspada tipu-tipu! BI tegaskan QRIS tidak pernah minta data pribadi pengguna

Babaumma DENPASAR – Masyarakat Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang semakin marak, khususnya yang menyalahgunakan promosi QRIS untuk menggasak data pribadi sensitif.

Advertisements

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Erwin Soeriadimadja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, di sela-sela perayaan festival Imlek di Kota Denpasar. Ia menegaskan, masyarakat wajib curiga apabila menemukan promosi digital berkedok QRIS yang, setelah dipindai, justru meminta pengisian data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), kode One-Time Password (OTP), nomor PIN, atau informasi kartu bank lainnya.

Dengan tegas, Erwin menyatakan, “QRIS tidak pernah meminta data pribadi yang sensitif. Apabila diminta, segera hentikan transaksi tersebut.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

: Pertumbuhan QRIS di Kaltim Melambat, Transaksi Meroket pada Kuartal III/2025

Advertisements

Erwin melanjutkan, dengan semakin masifnya promosi melalui berbagai platform digital, masyarakat dituntut untuk lebih bijak, cermat, dan selektif dalam melakukan setiap transaksi keuangan. Kewaspadaan menjadi kunci utama menghindari jebakan penipuan.

Memanfaatkan momentum perayaan Imlek, Bank Indonesia juga secara aktif memperluas inisiatif digitalisasi kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan festival. Melalui program pendampingan dan edukasi mendalam mengenai penggunaan QRIS, UMKM diberikan pengalaman langsung bertransaksi yang praktis, cepat, dan terjamin keamanannya.

: : Bank Indonesia Pacu Akselerasi QRIS TAP di Jatim demi Visi SPI 2030

Inisiatif ini dirancang untuk mengajak masyarakat luas dan khususnya para pelaku UMKM, agar tidak hanya merasakan langsung kemudahan transaksi non-tunai, tetapi juga memahami secara komprehensif manfaat signifikan dari efisiensi biaya dan transparansi yang ditawarkan oleh sistem pembayaran modern dalam aktivitas sehari-hari.

Harapannya, berbagai inisiatif ini dapat secara signifikan memperkuat adopsi QRIS di berbagai ruang publik, sekaligus membentuk kebiasaan bertransaksi yang lebih aman, efisien, dan bertanggung jawab di kalangan masyarakat Bali.

: : Masyarakat Doyan Belanja, Transaksi QRIS Sumsel Tembus Rp3,4 Triliun pada 2025

Erwin menutup dengan menyatakan, “Kolaborasi ini adalah bukti nyata harmonisasi yang indah antara upaya digitalisasi modern dan pelestarian nilai-nilai budaya luhur dalam perayaan hari besar keagamaan serta keberagaman umat di Bali.”

Lebih lanjut, inisiatif ini juga berfungsi sebagai salah satu langkah strategis Bank Indonesia dalam mempersiapkan kesiapan para merchant kuliner, khususnya menyongsong program besar QRIS Jelajah Indonesia 2026.

Melihat ke depan, model kolaborasi yang mengedepankan sinergi antara budaya dan komunitas ini diharapkan dapat terus diperluas. Tujuannya adalah untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat Bali, sekaligus semakin memperkuat ekosistem digital yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi daerah.

Advertisements