IHSG rawan koreksi hari ini, cermati saham AHAP hingga PADI

JAKARTA – Pasar saham domestik diperkirakan akan menghadapi ujian penting hari ini, Kamis (26/2/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan sedang menguji level support krusialnya. Di tengah pergerakan ini, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merilis sejumlah rekomendasi saham harian yang menarik perhatian investor, termasuk emiten seperti ADMR, AHAP, dan PADI.

Advertisements

Menurut Reza Diofanda, Analis Teknikal BRIDS, secara teknikal, IHSG kini berada dalam fase pengujian area support, dengan potensi pergerakan yang cenderung terbatas asalkan mampu bertahan di atas zona 8.230—8.150. Lebih lanjut, Reza mengidentifikasi level resistance terdekat IHSG berada di 8.430, yang bisa menjadi batasan atas pergerakan indeks.

Kinerja positif IHSG terlihat pada perdagangan sebelumnya, di mana indeks berhasil ditutup menguat 0,50% ke level 8.322. Penguatan ini tidak lepas dari dorongan aksi net foreign buy senilai Rp1,18 triliun yang mayoritas menyasar saham-saham perbankan raksasa seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Sentimen positif turut didukung oleh kebangkitan indeks saham di Amerika Serikat serta apresiasi nilai tukar rupiah.

Namun, di tengah potensi pergerakan terbatas, para pelaku pasar hari ini cenderung mengambil sikap wait and see. Sikap hati-hati ini muncul menjelang perundingan penting antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa, sebuah agenda yang menurut Reza Diofanda berpotensi signifikan memengaruhi volatilitas aset global.

Advertisements

Menegaskan pandangannya, Reza Diofanda dalam riset harian BRIDS yang dikutip pada Kamis (26/2/2026) menyatakan, “Secara teknikal, IHSG berada di area uji support 8.230–8.150 dengan kecenderungan pergerakan terbatas selama bertahan di atas zona tersebut. Resistance terdekat berada di 8.430.” Ini menggarisbawahi pentingnya level-level tersebut bagi pergerakan indeks hari ini.

Beralih ke rekomendasi saham, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menjadi salah satu pilihan utama BRIDS untuk perdagangan hari ini. Reza Diofanda menyoroti pergerakan teknikal saham ADMR yang menunjukkan tren bullish kuat, terbukti dengan keberhasilannya menembus level resistance Rp2.100 pada perdagangan sebelumnya.

Untuk saham ADMR, BRIDS merekomendasikan posisi buy dalam rentang harga Rp2.100—Rp2.150. Target harga ditetapkan antara Rp2.220—Rp2.300 per saham, dengan titik stop loss di bawah Rp2.050. Menurut Reza, selama saham ini mampu menjaga posisinya di atas level resistance yang telah ditembus, potensi penguatan menuju target yang lebih tinggi sangat terbuka.

Selain ADMR, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP) turut masuk dalam daftar rekomendasi BRIDS. Area beli yang disarankan untuk saham ini adalah Rp155—Rp165, dengan proyeksi target harga di Rp174—Rp188 per saham. Sementara itu, stop loss disarankan pada level di bawah Rp150.

Secara teknikal, Reza mengamati bahwa AHAP berhasil menembus area resistance Rp150—Rp159 pada perdagangan terakhir. Dengan asumsi harga dapat dipertahankan di atas level tersebut, prospek penguatan lanjutan bagi saham ini dinilai sangat menjanjikan.

Reza menambahkan bahwa penguatan saham-saham emiten asuransi belakangan ini juga didukung oleh sentimen positif dari regulasi. Ini sejalan dengan penerapan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23 Tahun 2023 mengenai penyesuaian modal minimal, yang mendorong sejumlah aksi korporasi untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Pilihan lain dari BRIDS adalah PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI). Untuk saham ini, Reza merekomendasikan area beli pada Rp150—Rp160 per saham, dengan target harga yang dibidik di rentang Rp179—Rp199. Investor disarankan untuk menetapkan stop loss di bawah level Rp130.

Secara teknikal, saham PADI terpantau sedang mengalami fase pullback. Dengan level support yang kuat di Rp127—Rp147, peluang penguatan kembali menuju target harga dinilai akan terbuka lebar selama saham mampu bertahan di atas zona support tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa PT Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) memiliki riwayat terkait isu hukum. Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan beberapa tersangka dalam dugaan tindak pidana pasar modal yang melibatkan PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM). Tersangka-tersangka tersebut antara lain DJ sebagai Direktur Utama MPAM, Edy Suwarno (ESO) yang merupakan pemegang saham di MPAM, PADI, dan PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA), serta Eveline Listijosuputro (EL), istri ESO. Eveline sendiri, berdasarkan keterbukaan informasi, pernah menjadi pemegang saham pengendali PADI meskipun kini kepemilikannya hanya 1,1%.

Sebagai penutup rekomendasi, Reza Diofanda menyarankan posisi sell untuk saham PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI). Keputusan ini didasari oleh potensi reversal setelah saham tersebut menembus level support krusial di Rp725. Indikasi pelemahan semakin kuat dengan meningkatnya volume penjualan, yang memicu peringatan dari Reza kepada investor akan potensi penurunan lebih lanjut, dengan level support berikutnya diperkirakan di Rp488.

Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan pertimbangan pribadi pembaca. Pihak penerbit tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini.

Advertisements