
Dalam upaya signifikan meningkatkan transparansi dan kepercayaan di pasar modal Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah merilis data komprehensif mengenai struktur kepemilikan saham di atas 1 persen untuk berbagai perusahaan terbuka. Salah satu entitas yang menjadi sorotan adalah ADRO, kode saham untuk PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Adaro Energy Indonesia Tbk.
Publikasi data penting ini didasarkan pada Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026, yang secara resmi menunjuk BEI dan KSEI sebagai penyedia utama informasi kepemilikan saham perusahaan terbuka. KSEI akan secara rutin memperbarui informasi ini setiap bulan, memungkinkan masyarakat luas untuk dengan mudah mengakses daftar pemilik saham berbagai perusahaan, termasuk saham ADRO, melalui laman resmi BEI. Langkah ini merupakan bagian krusial dari komitmen untuk mewujudkan pasar modal yang lebih terbuka dan akuntabel. Lantas, seperti apa gambaran lengkap struktur kepemilikan saham di atas 1 persen ADRO?
Baca juga:
- Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1% BBNI yang Dirilis BEI
- Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen BUMI: Ini Aturan BEI dan KSEI
- Bagaimana Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1% BBCA?
Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen ADRO
Ilustrasi Saham ADRO (Stockbit)
ADRO, yang kini dikenal sebagai PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, adalah salah satu perusahaan pertambangan dan energi terbesar kedua di Indonesia. Berbasis di Kalimantan, perusahaan ini memiliki fokus inti pada pertambangan batu bara dan jasa pertambangan, sembari gencar bertransformasi menuju energi hijau melalui pilar Adaro Minerals dan Adaro Green. Sejak melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada 16 Juli 2008, ADRO telah menjadi pemain kunci di lantai bursa.
Berdasarkan informasi terbaru yang dirilis oleh KSEI, berikut adalah gambaran mendetail mengenai para pemegang saham ADRO dengan kepemilikan di atas 1 persen:
1. PT Adaro Strategic Investments (ASI)
PT Adaro Strategic Investments (ASI) memegang peran sentral sebagai pemegang saham pengendali utama dari ADRO. Perusahaan investasi ini didirikan oleh konsorsium konglomerat terkemuka Indonesia, termasuk Garibaldi Thohir dan Edwin Soeryadjaya. ASI tercatat memiliki porsi kepemilikan sebesar 47,79 persen, setara dengan 14.045.425.500 lembar saham ADRO.
2. Garibaldi Thohir
Pengusaha dan investor ulung, Garibaldi Thohir, atau yang akrab disapa Boy Thohir, juga menjadi salah satu nama penting dalam struktur kepemilikan saham ADRO di atas 1 persen. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh yang turut mengembangkan Adaro Energy bersama Edwin Soeryadjaya dan Theodore Permadi Rachmat. Boy Thohir secara pribadi memegang 6,73 persen saham ADRO, yang berjumlah 1.976.632.710 lembar.
3. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
Sebagai perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) turut tercatat dalam daftar pemilik signifikan saham ADRO. Didirikan pada tahun 1997 oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, Saratoga kerap disebut sebagai “Berkshire Hathaway” Indonesia berkat fokusnya pada sektor energi, infrastruktur digital, sumber daya alam, dan barang konsumsi. Saratoga Investama Sedaya Tbk memiliki 4 persen saham ADRO, atau sekitar 1.174.890.670 lembar.
4. Edwin Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya, seorang pengusaha berpengalaman asal Indonesia, juga memiliki porsi kepemilikan yang substansial di ADRO. Beliau adalah salah satu pendiri Saratoga Capital, perusahaan investasi terkemuka, bersama Sandiaga Uno pada tahun 1998. Edwin Soeryadjaya tercatat memiliki 3,58 persen saham ADRO, dengan total 1.051.738.544 lembar.
5. Ir. Theodore Permadi Rachmat
Ir. Theodore Permadi Rachmat, seorang konglomerat ternama dan pendiri Triputra Group, merupakan nama lain yang masuk dalam struktur kepemilikan saham ADRO di atas 1 persen. Beliau dikenal luas atas perannya dalam membesarkan United Tractors dan Adaro Energy. Theodore Permadi Rachmat memegang 2,77 persen saham ADRO, atau sebanyak 812.988.601 lembar.
6. Sandiaga Salahuddin Uno
Sandiaga Salahuddin Uno, seorang pengusaha, investor, sekaligus politikus Indonesia, juga tercatat sebagai pemegang saham signifikan ADRO. Melalui PT Adaro Strategic Investment, ia memiliki kepemilikan substansial bersama Boy Thohir dan Edwin Soeryadjaya, menjadikannya salah satu tokoh kunci dalam industri batu bara. Sandiaga Salahuddin Uno memiliki 2,08 persen saham ADRO, setara dengan 611.849.202 lembar.
7. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Menariknya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sendiri, sebagai entitas induk yang telah bertransformasi pada 2024 lalu dengan fokus pada hilirisasi mineral dan energi terbarukan, juga tercatat memiliki sebagian sahamnya sendiri. Selain bisnis utamanya, perusahaan ini memegang mayoritas saham anak usahanya. Saat ini, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk memiliki 2 persen saham ADRO, sekitar 589.195.200 lembar.
8. Korea South-East Power Co., Ltd.
Dari ranah internasional, Korea South-East Power Co., Ltd. turut menjadi bagian dari struktur kepemilikan saham ADRO di atas 1 persen. Perusahaan asal Korea Selatan ini merupakan anak perusahaan pembangkit listrik milik negara Korea Selatan (KEPCO), yang didirikan pada tahun 2001. Dengan fokus pada pembangkitan tenaga listrik termal, tenaga surya, angin, dan hidro, Korea South-East Power Co., Ltd. memiliki 1,63 persen saham ADRO, sejumlah 480.000.000 lembar.
Demikianlah delapan pihak utama dengan struktur kepemilikan saham di atas 1 persen ADRO, yang informasinya baru saja dirilis oleh KSEI sebagai bagian dari langkah peningkatan transparansi di pasar modal Indonesia.