War di aplikasi pintar BI sulit, warga pilih tukar uang di kas keliling

Jakarta, IDN Times – Jelang musim mudik Lebaran, antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang baru selalu tinggi. Namun, sejumlah warga mengaku menghadapi tantangan serius saat mencoba mendapatkan kuota penukaran melalui layanan aplikasi Pintar milik Bank Indonesia. Akibat kesulitan ini, banyak masyarakat beralih mencari solusi alternatif, memilih untuk langsung mendatangi layanan kas keliling Bank Indonesia yang kini tersedia di berbagai titik strategis.

Advertisements

Fenomena ini terlihat jelas di salah satu lokasi layanan penukaran uang BI yang dibanjiri antrean, yaitu di area stasiun.

1. Tukar uang di kas keliling BI lebih mudah dan tidak antre

Dinar, seorang pemudik tujuan Pekalongan, menjadi salah satu yang merasakan kemudahan layanan ini. Ia memilih untuk menukar uang baru senilai Rp3,8 juta dalam berbagai pecahan di kas keliling BI Stasiun Gambir setelah berulang kali gagal memperoleh antrean melalui aplikasi Pintar BI. Pada Senin (16/3/2026), Dinar mengungkapkan kepuasannya. “Pelayanannya mudah. Tidak antre banyak juga, alhamdulillah langsung datang langsung dilayani,” tuturnya, menyoroti efisiensi dan kecepatan proses di lokasi tersebut, sangat membantu untuk kebutuhan Lebaran.

Advertisements

2. Sulit dapatkan nomor pemesanan di aplikasi Pintar

Dinar mengetahui adanya layanan kas keliling ini dari informasi yang tersedia di stasiun, sebuah saluran yang terbukti lebih efektif baginya dibandingkan aplikasi. Ia menambahkan bahwa upaya untuk mendapatkan nomor pemesanan di aplikasi Pintar BI sebelumnya terasa begitu sulit. “Susah banget,” katanya, menjelaskan bahwa seringkali ia menunggu momen menjelang mudik untuk menukar uang di stasiun karena kesulitan dalam sistem daring. Ia menilai keberadaan kas keliling ini krusial. “Sangat membantu. Soalnya kalau dari Pintar BI susah dapatnya. ‘Nge-war’ di link itu jarang dapat,” ujarnya, menggambarkan betapa ketatnya persaingan untuk mendapatkan slot penukaran secara digital.

3. Pelayanan kas keliling BI cepat dan tidak dipungut biaya tambahan

Senada dengan Dinar, Efrida juga membagikan pengalaman positifnya. Ia mengetahui informasi tentang layanan kas keliling BI dari media sosial TikTok serta pengumuman di stasiun. Efrida berhasil menukar uang baru hingga Rp4 juta dalam berbagai pecahan, mulai dari Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, hingga Rp1.000, semuanya untuk kebutuhan Lebaran. “Langsung sat-set sih, enggak banyak antre,” ucapnya, menekankan kecepatan pelayanan yang diterimanya.

Efrida turut mengonfirmasi kesulitan yang kerap dialami saat menggunakan aplikasi Pintar BI. “Sudah coba, tapi enggak dapat nomor urutnya terus. Nge-warnya susah banget,” keluhnya, menggambarkan betapa sulitnya memperoleh giliran penukaran secara daring.

Keputusan Efrida untuk menukar uang di layanan resmi Bank Indonesia ini tidak lepas dari keuntungan finansial. Ia menjelaskan bahwa layanan kas keliling BI tidak memungut biaya tambahan, sebuah kontras nyata dengan para penjual jasa penukaran uang di pinggir jalan yang umumnya mengenakan biaya administrasi cukup tinggi. “Kalau di tempat lain biasanya ada biaya adminnya, jadi rugi buat Lebaran,” tegas Efrida. Selain bebas biaya, proses penukaran di kas keliling BI juga dinilai sangat mudah. Petugas hanya memerlukan uang yang akan ditukar dalam kondisi rapi dan siap dihitung mesin, tanpa persyaratan tambahan yang merepotkan.

Advertisements