Komisi VI DPR tinjau SPAM Regional Jatiluhur I, dorong swasembada air nasional

Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia baru-baru ini melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026, tepatnya dari tanggal 12 hingga 14 Maret 2026. Kunjungan penting ini difokuskan pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I, sebuah inisiatif ambisius berkapasitas 4.750 liter per detik.

Advertisements

Proyek vital ini dikembangkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), di mana Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia berperan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dan PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur menjadi Badan Usaha Pelaksana (BUP). Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Tim Kunjungan Kerja Spesifik mengadakan pertemuan strategis dengan Pejabat BP BUMN, Pejabat PT Danantara Asset Management (Persero), Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, serta Direktur Utama Perum Jasa Tirta II. Agenda utama pertemuan adalah “Peninjauan Operasional Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta Pembahasan Strategi Optimalisasi Akses Air Bersih Berkualitas Untuk Masyarakat.”

Kunjungan ini menegaskan peran krusial DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengembangan infrastruktur pelayanan dasar. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh proyek berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

SPAM Regional Jatiluhur I bukan sekadar proyek biasa, melainkan KPBU terbesar di Indonesia, sebuah fakta yang membanggakan dan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Pembangunannya merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan akses air bersih berkualitas bagi jutaan warga.

Advertisements

Sistem ini memanfaatkan sumber air baku dari Waduk Jatiluhur yang kemudian dialirkan melalui Saluran Tarum Barat. Air ini diproses di dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama: IPA Bekasi dengan kapasitas 4.400 liter per detik untuk melayani kebutuhan air bersih berkualitas di wilayah DKI Jakarta, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi; serta IPA Cibeet berkapasitas 350 liter per detik yang didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan serupa di Kabupaten Karawang.

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, yang dipimpin oleh Herman Khaeron dari Fraksi Demokrat, tak hanya berdiskusi, tetapi juga secara langsung melakukan tinjauan lapangan. Mereka didampingi oleh Pejabat BP BUMN, Pejabat Danantara Asset Management, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II saat meninjau fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bekasi berkapasitas 4.400 liter per detik. Kunjungan ini memberi kesempatan untuk melihat langsung proses pengolahan air, dari tahap air baku hingga menjadi air bersih berkualitas yang bahkan layak minum, karena telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku.

Herman Khaeron, selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, dalam keterangannya di akhir kunjungan, menyatakan bahwa keberhasilan PSN SPAM Regional Jatiluhur I merupakan capaian penting menuju visi “Indonesia ber-Swasembada Air Nasional.” Beliau menambahkan, “SPAM Regional Jatiluhur I berkapasitas 4.750 liter per detik ini memasok kebutuhan air bersih berkualitas ke empat wilayah sekaligus yaitu DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Operasionalnya berjalan dengan sangat baik, bahkan PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur merupakan salah satu BUMN yang menunjukkan kinerja imbal hasil investasi yang membanggakan,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Selasa (17/3).

Oleh karena itu, guna mengoptimalkan penyediaan air bersih bagi masyarakat dan mendorong transisi signifikan dari penggunaan air tanah menuju Swasembada Air Nasional, penyediaan air bersih berkualitas yang tidak bergantung pada air tanah, seperti yang dilaksanakan PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur melalui SPAM Regional Jatiluhur I, patut terus didukung dan ditingkatkan. “Komisi VI DPR RI akan berkoordinasi erat dengan Pemerintah, termasuk Ketua Satuan Tugas Swasembada Air Nasional yang saat ini diketuai oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, serta dengan semua pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah,” terang Herman Khaeron.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Rendy Ardiansyah, menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah momentum krusial untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan infrastruktur air minum nasional. “Kunjungan Komisi VI DPR RI ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap pengembangan infrastruktur air minum strategis nasional. Kami berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, sehingga layanan air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar Rendy.

Pengembangan SPAM Regional Jatiluhur I merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan air minum berbasis air permukaan di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemanfaatan air tanah. Meskipun demikian, optimalisasi pemanfaatannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk kesiapan jaringan distribusi PDAM di daerah layanan, keberlanjutan pengelolaan sumber air baku dari Waduk Jatiluhur, serta efektivitas tata kelola operasional dan pembiayaan melalui skema KPBU.

Melalui peninjauan langsung ini, Komisi VI DPR RI menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur strategis yang secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan ketahanan sumber daya air di Indonesia.

Advertisements