
Wall Street berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (21/5), bangkit setelah mengalami tekanan jual selama tiga sesi berturut-turut. Pemulihan ini dimotori oleh reli pada sektor teknologi dan saham-saham berbasis cip, menyusul tingginya antusiasme pasar terhadap rilis laporan keuangan raksasa kecerdasan buatan, Nvidia (NVDA.O).
Berdasarkan data Reuters, indeks utama Wall Street ditutup di zona hijau. Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) melesat 645,47 poin atau 1,31 persen ke level 50.009,35. Sementara itu, indeks S&P 500 (.SPX) naik 1,08 persen ke posisi 7.432,97, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 1,55 persen menjadi 26.270,36.
Saham Nvidia ditutup menguat 1,3 persen. Meski sempat mengalami pergerakan fluktuatif di perdagangan setelah jam bursa, sentimen pasar tetap terjaga positif setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal II yang melampaui ekspektasi serta mengumumkan program buyback saham senilai 80 miliar dolar AS. Euforia ini turut mengangkat indeks Philadelphia SE Semiconductor (.SOX) sebesar 4,5 persen. Saham sektor cip lainnya seperti Astera Labs (ALAB.O) dan ARM Holdings turut mencatat kenaikan tajam masing-masing sebesar 17,7 persen dan 15 persen.
Kepala Ahli Strategi Pasar BMO Private Wealth, Carol Schleif, mengungkapkan bahwa teknologi kembali menjadi lokomotif penggerak utama pasar. “Kita telah bergeser dari kekhawatiran terkait suku bunga dan inflasi ke arah optimisme terhadap segala hal yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI. Fenomena ini cukup unik karena biasanya pasar cenderung bersikap hati-hati menjelang hasil laporan Nvidia,” ujarnya.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran sempat menghantui investor dengan kekhawatiran akan kenaikan harga minyak yang dapat memicu inflasi. Namun, pasar merespons positif pernyataan bahwa komunikasi diplomatik antara AS dan Iran masih berlangsung, serta pernyataan Presiden Donald Trump yang memilih untuk menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.
Sentimen pasar juga mendapatkan energi tambahan dari penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir. Meskipun risalah rapat Federal Reserve menunjukkan bahwa beberapa pejabat bank sentral masih membuka opsi kenaikan suku bunga, data FedWatch CME Group justru mencatat penurunan probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember menjadi 36,8 persen dari sebelumnya 42 persen.
Brian Jacobsen, Kepala Ahli Strategi Ekonomi Annex Wealth Management, menilai bahwa kebijakan bank sentral saat ini sulit diprediksi secara akurat. Menurutnya, ketidakpastian harga minyak, kebijakan tarif, dan perkembangan pesat di sektor AI membuat panduan kebijakan The Fed lebih menyerupai tebakan daripada proyeksi pasti.
Dari 11 sektor utama S&P 500, sebanyak delapan sektor berakhir di zona positif. Sektor teknologi dan barang konsumsi non-esensial masing-masing menguat 2,5 persen. Sebaliknya, sektor energi terkoreksi 2,6 persen seiring dengan penurunan harga minyak global. Penurunan harga minyak ini justru menjadi katalis positif bagi saham maskapai penerbangan, di mana emiten seperti Delta Air Lines (DAL.N), United Airlines (UAL.O), Southwest Airlines (LUV.N), dan Alaska Air (ALK.N) melonjak antara 6 hingga 10 persen.
Sektor diskresioner juga mencatat kinerja impresif, dipimpin oleh operator kapal pesiar seperti Carnival Corp (CCL.N) dan Norwegian Cruise Line Holdings (NCLH.N) yang naik lebih dari 8 persen. Namun, tidak semua saham mencatat kenaikan; saham Target (TGT.N) terkoreksi hampir 1 persen di tengah kekhawatiran kondisi makro, dan Intuit (INTU.O) anjlok 3,9 persen setelah melaporkan rencana pemangkasan 3.000 karyawan.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di bursa AS menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dengan volume mencapai 18,73 miliar saham, melampaui rata-rata perdagangan 20 hari terakhir sebesar 18,55 miliar saham.
Ringkasan
Wall Street kembali menguat setelah tiga hari mengalami tekanan jual, didorong oleh optimisme investor terhadap sektor teknologi dan saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Reli pasar dipimpin oleh Nvidia yang mencatatkan proyeksi pendapatan kuartal II yang melampaui ekspektasi serta pengumuman program pembelian kembali saham senilai 80 miliar dolar AS. Berkat sentimen positif ini, indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq berhasil ditutup di zona hijau dengan lonjakan signifikan.
Selain faktor AI, penguatan pasar didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS dan respons positif terhadap perkembangan diplomasi geopolitik terkait harga minyak. Meskipun sektor energi mengalami koreksi, sektor lain seperti maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar justru mencatat kinerja impresif. Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan volume transaksi yang melampaui rata-rata perdagangan dalam 20 hari terakhir.