Saham ASEAN Ambles: Indonesia Terjun Bebas Jumat 29 Agustus

Babaumma – JAKARTA – Jumat, 29 Agustus 2025, pasar saham Indonesia mencatat koreksi terdalam di antara negara-negara ASEAN. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,53% atau 121,59 poin, berada di level 7.830,49. Dari 866 saham yang diperdagangkan, 630 saham mengalami penurunan, 190 saham stagnan, dan hanya 136 saham yang menguat.

Penurunan ini mengakibatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia susut Rp195 triliun menjadi Rp14.182 triliun. Aliran dana asing keluar (net sell) mencapai Rp1,12 triliun, sehingga total dana asing yang keluar sejak awal tahun mencapai Rp50,94 triliun.

Dibandingkan dengan indeks saham negara ASEAN lainnya, IHSG mengalami koreksi paling signifikan. Sebaliknya, pasar saham Vietnam menunjukan penguatan terbesar. Berikut perbandingan kinerja indeks saham ASEAN pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025):

1. Indonesia (IDX Composite Index/IHSG): Turun 1,53% ke 7.830,49. Kenaikan year to date sebesar 10,60%.

2. Thailand (SET Index): Turun 1,08% ke 1.236,61. Penurunan year to date sebesar 11,68%.

3. Malaysia (FTSE Bursa Malaysia KLCI Index): Turun 0,75% ke 1.575,12. Penurunan year to date sebesar 4,09%.

4. Filipina (PSEi Index): Turun 0,56% ke 6.155,57. Penurunan year to date sebesar 5,72%.

5. Singapura (Straits Times Index/STI): Naik 0,37% ke 4.269,70. Kenaikan year to date sebesar 12,73%.

6. Vietnam (VN-Index): Naik 0,48% ke 1.680,86. Kenaikan year to date sebesar 32,69%.

Analis pasar modal, Reydi Octa, menilai tren bullish IHSG yang biasanya terjadi di kuartal IV berpotensi terhambat oleh memanasnya situasi sosial-politik dalam negeri. Gejolak demonstrasi yang meningkat sejak Senin, 25 Agustus 2025, menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Meskipun demikian, Reydi memperkirakan dampak negatif ini hanya bersifat jangka pendek. Ia melihat kondisi pasar saat ini justru memungkinkan IHSG untuk rebound. Sinyal pelonggaran BI Rate oleh Bank Indonesia pasca pemangkasan menjadi 5%, dan prediksi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September mendatang, menjadi faktor pendukung. Penurunan yield SBN 10 tahun di kisaran 6,3% dan SRBI sekitar 5,05% juga membuat pasar saham lebih menarik bagi investor, terutama saham-saham bank besar yang sensitif terhadap kebijakan moneter.

Kesimpulannya, momentum penurunan suku bunga diprediksi akan mendominasi ke depannya. Koreksi yang terjadi, jika IHSG turun lebih dalam, justru dapat menjadi peluang bagi potensi rebound di masa mendatang.

Ringkasan

Pasar saham Indonesia mengalami penurunan terdalam di ASEAN pada Jumat, 29 Agustus 2025, dengan IHSG melemah 1,53% atau 121,59 poin ke level 7.830,49. Penurunan ini menyebabkan kapitalisasi pasar susut Rp195 triliun dan aliran dana asing keluar mencapai Rp1,12 triliun. Dibandingkan negara ASEAN lain, IHSG mengalami koreksi paling signifikan, sementara Vietnam menunjukan penguatan.

Analis menilai gejolak sosial-politik dalam negeri berpotensi menghambat tren bullish IHSG di kuartal IV. Namun, diperkirakan dampaknya jangka pendek, dengan potensi rebound didukung oleh pelonggaran BI Rate, prediksi pemangkasan suku bunga The Fed, dan penurunan yield SBN. Koreksi yang terjadi bahkan dapat menjadi peluang untuk rebound di masa mendatang.

Tinggalkan komentar