
JAYAPURA – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua telah mengalokasikan dana tunai fantastis sebesar Rp23,8 miliar. Dana ini khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang pecahan bagi masyarakat, yang akan tersedia di 20 titik layanan strategis yang tersebar di seluruh Kota Jayapura.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari program unggulan “Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026”. Program ini dirancang khusus untuk memastikan ketersediaan uang layak edar yang cukup bagi seluruh lapisan masyarakat, mendukung kelancaran transaksi ekonomi, dan merayakan momen kebersamaan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Total uang tunai yang kami siapkan untuk layanan penukaran kepada masyarakat mencapai Rp23,8 miliar,” ungkap Warsono di Jayapura pada hari Minggu. Ia menambahkan bahwa untuk menjaga pemerataan distribusi dan menjangkau lebih banyak pihak, setiap individu diberikan batas penukaran maksimal Rp5,3 juta per orang.
Lebih lanjut, Warsono merinci bahwa ke-20 titik layanan penukaran uang tersebut mencakup beragam lokasi yang mudah diakses. Ini termasuk kantor-kantor perbankan mitra, kas titipan Bank Indonesia, serta layanan kas keliling yang akan dioperasikan secara kolaboratif dengan perbankan di wilayah Jayapura.
Pembatasan nominal penukaran ini, menurut Warsono, memiliki tujuan vital. “Pembatasan ini dilakukan agar distribusi uang dapat lebih merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil menjelang Idul Fitri,” jelasnya, menekankan komitmen BI untuk melayani kebutuhan masyarakat secara adil dan efisien.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan ketertiban dalam proses penukaran uang, Bank Indonesia telah mengimplementasikan sistem pemesanan daring. Masyarakat dapat dengan mudah melakukan pemesanan penukaran melalui laman PINTAR milik Bank Indonesia. Sistem digital ini memungkinkan masyarakat untuk memilih jadwal dan lokasi penukaran yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, berdasarkan kuota yang tersedia, sehingga proses menjadi lebih teratur dan efisien.