
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan pesisir Bali. Kali ini, BNI memperkuat aksi bersih-bersih Pantai Mertasari dengan menyerahkan bantuan sarana pengelolaan sampah canggih kepada Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Sekar Tanjung yang berlokasi di Desa Sanur Kauh, Denpasar. Inisiatif berkelanjutan ini menegaskan peran BNI dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Kegiatan bersih pantai yang semarak dilaksanakan pada Sabtu pagi (7/2) ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, relawan, dan berbagai komunitas lingkungan setempat. Sebagai tindak lanjut nyata dari kegiatan tersebut, BNI secara simbolis menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah sampah dan mesin press plastik. Donasi strategis ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas operasional TPS3R Sekar Tanjung dalam mengolah sampah, sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang berbasis komunitas.
Wakil Komisaris Utama BNI, Tedi Bharata, menegaskan bahwa aksi bersih pantai dan dukungan terhadap sarana pengelolaan sampah adalah satu kesatuan upaya yang terintegrasi untuk membangun kesadaran kolektif serta menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan. “Kegiatan bersih pantai pagi ini merupakan langkah awal yang krusial dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan. Dukungan peralatan pengelolaan sampah yang kami berikan menjadi tindak lanjut konkret agar upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar,” ungkap Tedi dalam keterangan tertulisnya.
Penyerahan bantuan penting ini disaksikan langsung oleh perangkat Desa Sanur Kauh, termasuk Perbekel I Made Ada, serta perwakilan dari komunitas lingkungan setempat yang turut peduli. TPS3R Sekar Tanjung sendiri saat ini telah melayani pengelolaan sampah terpadu bagi sekitar 1.200 rumah tangga dengan kemampuan mengolah hingga 3 ton sampah setiap harinya.
Sistem pengelolaan sampah di TPS3R Sekar Tanjung dilakukan secara terstruktur melalui pemilahan ketat antara sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat, sementara sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, logam, dan berbagai jenis kemasan, dipilah dan disalurkan kepada para pengepul melalui Bank Sampah. Skema inovatif ini tidak hanya berkontribusi signifikan dalam menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga berhasil membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Ketua TPS3R Sekar Tanjung, I Wayan Merta, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi bahwa dukungan sarana dari BNI ini memberikan dampak nyata terhadap penguatan operasional TPS3R. “Keberadaan mesin pencacah dan mesin press plastik yang kami terima sangat meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas hasil pengolahan, khususnya untuk sampah anorganik yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, I Wayan Merta menambahkan bahwa TPS3R Sekar Tanjung saat ini berhasil memberdayakan 23 pekerja, yang sebagian besar merupakan warga masyarakat sekitar. Melalui pengelolaan sampah yang optimal, BNI dan TPS3R percaya bahwa inisiatif ini tidak hanya mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan, tetapi juga secara signifikan memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan warga.
Melalui rangkaian kegiatan bersih pantai dan dukungan komprehensif terhadap pengelolaan sampah ini, BNI kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mendorong praktik Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yang berbasis kolaborasi erat antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan visi dan peran BNI sebagai pelopor keuangan berkelanjutan di Indonesia, yang senantiasa berupaya menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan komunitas.