Harga emas Antam kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Jumat (26/9), menembus level fantastis Rp 2.175.000 per gram. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar Rp 4.000 dibandingkan harga sebelumnya yang dibanderol Rp 2.171.000 per gram, menandakan momentum positif bagi pasar logam mulia di Tanah Air.
Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku untuk penjualan, tetapi juga memengaruhi harga penjualan kembali atau buyback. Tercatat, harga buyback emas Antam juga merangkak naik sebesar Rp 4.000, mencapai Rp 2.022.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.018.000 per gram. Dengan demikian, masyarakat yang berencana menjual emas koleksinya akan diuntungkan dengan harga jual yang lebih tinggi ini.
Bagi para pemilik emas batangan yang telah berinvestasi sejak November tahun 2022, lonjakan harga ini tentu membawa keuntungan besar. Kala itu, harga emas berada di level Rp 936.000 per gram. Sebagai ilustrasi, jika seseorang memiliki 5 gram emas yang dibeli pada November 2022 dengan total Rp 4.680.000, maka saat ini nilai jualnya bisa mencapai Rp 10.110.000 (belum termasuk pajak). Artinya, keuntungan bersih yang diperoleh dari penjualan 5 gram emas Antam tersebut bisa mencapai Rp 5.430.000, sebuah potensi “cuan” yang sangat menggiurkan.
Namun demikian, di tengah euforia kenaikan harga emas lokal, pasar global menunjukkan dinamika yang berbeda. Mengutip laporan Reuters, harga emas global justru sedikit melemah. Faktor utamanya adalah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan, memicu keraguan mengenai prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve atau The Fed. Situasi ini juga turut memperkuat nilai tukar dolar AS, menjelang rilis laporan inflasi utama AS yang sangat dinanti.
Harga emas spot tercatat turun 0,2 persen menjadi USD 3.741,21 per ons, meskipun secara keseluruhan logam mulia ini masih mencatatkan kenaikan 1,6 persen sepanjang minggu ini. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember relatif stabil di USD 3.771,30. Menguatnya indeks dolar AS (.DXY) yang mendekati level tertinggi dalam tiga minggu membuat harga emas batangan yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.
Semua mata kini tertuju pada rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan Fed, dijadwalkan pada pukul 12.30 GMT. Data ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0,3% secara bulanan dan lonjakan 2,7% secara tahunan pada bulan Agustus. “Emas diperdagangkan agak lesu, dan para pedagang enggan berinvestasi pada logam mulia ini dengan keyakinan penuh jika data PCE Inti sedikit saja mencerminkan lonjakan PDB,” ujar Waterer, menyoroti kehati-hatian pasar.
Berikut rincian Harga Emas Antam untuk berbagai pecahan gramase di BELM – Setiabudi One, Jakarta Selatan, berdasarkan pembaruan terkini:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.137.500
- Harga emas 1 gram: Rp 2.175.000
- Harga emas 2 gram: Rp 4.290.000
- Harga emas 3 gram: Rp 6.410.000
- Harga emas 5 gram: Rp 10.650.000
- Harga emas 10 gram: Rp 21.245.000
- Harga emas 25 gram: Rp 52.987.000
- Harga emas 50 gram: Rp 105.895.000
- Harga emas 100 gram: Rp 211.712.000
- Harga emas 250 gram: Rp 529.015.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.057.820.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.115.600.000
Ringkasan
Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi baru, mencapai Rp 2.175.000 per gram, naik Rp 4.000 dari harga sebelumnya. Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, menjadi Rp 2.022.000 per gram. Kenaikan ini memberikan keuntungan signifikan bagi investor yang telah berinvestasi sejak November 2022.
Berbeda dengan pasar lokal, harga emas global sedikit melemah karena data ekonomi AS yang kuat memicu keraguan tentang penurunan suku bunga oleh The Fed. Pasar global kini menantikan rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS. Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai pecahan gramase.