
Memasuki dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, tepatnya pada Kamis (19/3), suasana di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, mendadak hiruk pikuk. Ribuan kendaraan pemudik memadati area pelabuhan, menandakan puncak arus mudik yang kian terasa. Kondisi ini menciptakan antrean panjang yang mengular di sejumlah dermaga, saat kendaraan penumpang bersabar menanti giliran untuk memasuki kapal yang akan menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.
Untuk mengurai penumpukan dan mempercepat proses penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mengambil langkah strategis. Pembatasan waktu antrean maksimal tiga jam diberlakukan bagi setiap kendaraan sebelum masuk ke kapal. Tak hanya itu, kapasitas angkut juga ditingkatkan secara signifikan dengan menambah jumlah kapal yang beroperasi, dari semula 31 unit menjadi 43 unit, guna melayani lonjakan jumlah pemudik.
Situasi serupa juga terpantau di Pelabuhan Ciwandan pada Kamis (19/3) dini hari, khususnya untuk kendaraan roda dua. Antrean pemudik sepeda motor terlihat membludak dan mengular panjang di dalam kawasan pelabuhan. Kepadatan ini tak terhindarkan seiring dengan telah dimulainya masa libur panjang, memaksa para pemudik harus rela antre lebih lama sebelum akhirnya bisa memasuki dek kapal menuju kampung halaman.
Skala fenomena arus mudik ini terkonfirmasi dari data yang dirilis oleh Posko Merak. Pada H-3 Lebaran, total penumpang yang telah berhasil menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencapai angka 124.105 orang. Sementara itu, total kendaraan yang telah diseberangkan menembus angka 34.384 unit, menggambarkan intensitas dan volume perjalanan yang luar biasa menjelang perayaan Idulfitri.