
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (21/5), ditutup merosot 3,54% atau 223,56 poin ke level 6.094. Pelemahan ini memperpanjang catatan negatif pasar modal domestik, di mana sejak awal tahun (year to date/ytd), IHSG telah terkoreksi sebesar 29,51%.
Sentimen negatif hari ini dipicu oleh aksi jual masif pada saham-saham sektor energi berkapitalisasi besar. Beberapa emiten yang menjadi pemberat utama indeks di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang anjlok 14,84% ke Rp 1.320, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang merosot 14,98% ke Rp 3.010, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang terperosok 14,98% ke Rp 1.220.
Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume mencapai 35,54 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,14 juta kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 18,28 triliun, dengan kapitalisasi pasar secara keseluruhan berada di angka Rp 10.576 triliun.
Secara keseluruhan, pasar berada dalam tekanan jual yang luas. Tercatat sebanyak 663 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 88 saham yang mampu menguat dan 69 saham lainnya stagnan. Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia kompak parkir di zona negatif pada akhir perdagangan hari ini.
Penurunan terdalam dialami oleh sektor komoditas. Sektor energi memimpin koreksi dengan penurunan 6,91%, disusul sektor industri dasar yang melemah 6,53%. Selain itu, sektor infrastruktur dan sektor industri masing-masing turun 5,58% dan 5,37%. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi sektor yang paling tahan banting dengan koreksi paling minim, yakni sebesar 1,38%.
Meski indeks tertekan, investor tetap aktif melakukan akumulasi pada saham-saham tertentu. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi beli tertinggi sebesar Rp 1,26 triliun, diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 1,19 triliun, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 874 miliar.
Kondisi pasar regional Asia hari ini menunjukkan pergerakan yang variatif. Indeks Hang Seng melemah 1,03% ke level 25.386 dan indeks Shanghai Composite merosot 2,04% ke level 4.077. Berbeda arah, bursa Jepang mencatatkan kinerja positif dengan indeks Nikkei yang melonjak 3,14% ke level 61.684.
Baca juga:
- Fitch Ratings Ungkap Potensi Risiko Bank Himbara, Soroti Dukungan Pemerintah
- BMRI, BBTN hingga BBCA Ungkap Target Kredit Usai BI Kerek Suku Bunga Jadi 5,25%
- IHSG Terpuruk ke 6.000 saat Bursa Dunia Menguat, Ada Apa dengan Pasar Modal RI?
Daftar top gainer hari ini:
- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik 5,16% ke level 1.630
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 2,49% ke level 1.440
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2,36% ke level 3.040
Daftar top loser hari ini:
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 14,98% ke level 1.220
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 14,97% ke level 3.010
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 14,86% ke level 126
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 3,54% ke level 6.094 pada perdagangan Kamis (21/5), yang memperpanjang koreksi tahun berjalan hingga 29,51%. Penurunan indeks ini dipicu oleh aksi jual masif pada saham sektor energi, dengan emiten seperti MEDC, RAJA, dan ENRG mengalami penurunan tajam hingga belasan persen. Sebanyak 663 saham berakhir di zona merah, menyebabkan seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia kompak mengalami pelemahan.
Sektor energi memimpin koreksi terdalam dengan penurunan 6,91%, diikuti oleh sektor industri dasar, infrastruktur, dan industri. Meski pasar berada dalam tekanan luas, investor tetap mencatatkan akumulasi pada saham-saham besar seperti BBCA, BUMI, dan BRPT dengan nilai transaksi yang signifikan. Sementara itu, kinerja bursa regional Asia cenderung variatif di tengah sentimen pasar yang sedang menekan bursa domestik.