PGAS Amankan Pasokan LNG Abadi Masela 15 Tahun, Bagaimana Prospeknya?

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengamankan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) dari proyek Abadi Masela. Sebagai salah satu proyek energi terbesar di Indonesia, keterlibatan PGAS dalam proyek ini menjadi pilar penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi jangka panjang.

Advertisements

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan pasokan LNG domestik dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2026. Kontrak kerja sama strategis ini memiliki durasi yang cukup panjang, yakni hingga 15 tahun ke depan.

Corporate Secretary PGAS, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi global. Menurutnya, langkah ini tidak hanya menjaga keberlanjutan pasokan gas bumi, tetapi juga menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan kebutuhan energi domestik.

Baca juga:

  • IHSG Ambles 1,5% Saat Bursa Saham Asia dan Wall Street Kompak Menguat
  • Kopdes Merah Putih Bikin Investor Waswas Masuk Saham Ritel, AMRT-DNET Terdampak?
  • Analis Ungkap Dampak Komisi Aplikator Ojol Turun Jadi 8% ke Bisnis GOTO
Advertisements

Fajriyah menambahkan bahwa penguatan integrasi antara pasokan gas pipa dan LNG domestik adalah kunci utama dalam menjaga keandalan distribusi energi bagi pelanggan di berbagai sektor. Dengan mengelola kombinasi sumber pasokan secara terintegrasi, PGAS mampu meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, PGAS meresmikan berbagai kesepakatan krusial, baik melalui optimalisasi lapangan gas domestik maupun pengembangan pasokan LNG jangka panjang. Untuk memperkuat pasokan gas pipa, PGAS menjalin perjanjian dengan sejumlah pemasok, meliputi:

  • Amandemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) terkait perpanjangan kontrak pasokan dari Wilayah Kerja (WK) Corridor untuk kebutuhan gas bahan bakar dan jaringan gas rumah tangga.
  • Perubahan dan pernyataan kembali PJBG untuk perpanjangan kontrak pasokan dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
  • Kesepakatan key terms dengan Medco E&P Sakakemang untuk pembelian gas bumi dari WK Sakakemang.

Di sisi lain, untuk meningkatkan fleksibilitas melalui LNG, PGAS bersama Pertamina dan mitra strategis menandatangani tiga kesepakatan penting, yakni Head of Agreement (HoA) LNG South Hub, HoA LNG North Hub, serta HoA pembelian LNG Abadi Masela sebagai pengamanan pasokan masa depan.

Strategi kombinasi gas pipa dan LNG ini akan memperkuat kemampuan PGAS dalam menyalurkan energi ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi maupun wilayah pengembangan baru. Sebagai informasi, proyek LNG Abadi Masela merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai US$ 20,94 miliar yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Mega-proyek hulu migas yang dioperatori oleh INPEX bersama Pertamina dan Petronas ini ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada 2029. Nantinya, proyek tersebut diproyeksikan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35 ribu barel kondensat minyak per hari.

Ringkasan

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) secara resmi mengamankan pasokan LNG dari proyek Abadi Masela dengan durasi kontrak selama 15 tahun. Langkah strategis yang diresmikan dalam ajang IPA Convention & Exhibition 2026 ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menjamin keberlanjutan pasokan bagi kebutuhan domestik.

Selain Abadi Masela, PGAS turut memperkuat pasokan energi melalui amandemen perjanjian jual beli gas dari Wilayah Kerja Corridor dan HCML, serta kesepakatan dengan Medco E&P Sakakemang. Proyek strategis Abadi Masela sendiri ditargetkan beroperasi pada 2029 dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 9,5 juta ton LNG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Advertisements