
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (21/5). Hingga pukul 10.28 WIB, IHSG terpantau anjlok sebesar 2,10 persen atau 133 poin, yang membawa indeks terperosok ke level 6.185,49.
Aktivitas perdagangan saham hari ini mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 6,6 triliun. Adapun volume perdagangan mencapai 13,04 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 844.454 kali.
Di tengah pelemahan pasar saham, kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,14 persen atau 24 poin, sehingga kini berada di level 17.677 per dolar AS.
Kondisi ini cukup kontras dengan pembukaan perdagangan pagi tadi. IHSG sempat mengawali hari dengan kinerja positif di zona hijau, di mana indeks dibuka naik 40,457 poin atau sebesar 0,64 persen ke level 6.358,957. Bahkan, pada sesi preopening, optimisme pasar sempat terlihat dengan penguatan sebesar 47,984 poin atau 0,76 persen menuju level 6.366,485 sebelum akhirnya berbalik melemah.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 2,10 persen ke level 6.185,49 pada perdagangan Kamis (21/5). Padahal, indeks sempat dibuka menguat pada awal sesi dengan kenaikan 0,64 persen ke level 6.358,95. Total nilai transaksi hingga pukul 10.28 WIB tercatat mencapai Rp 6,6 triliun dengan volume perdagangan 13,04 miliar lembar saham.
Kondisi pasar saham yang melemah tersebut terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah berhasil menguat sebesar 0,14 persen ke posisi 17.677 per dolar AS. Fenomena ini menunjukkan adanya kontras pergerakan antara pasar modal dan mata uang di tengah sesi perdagangan hari ini.