Indeks Bisnis-27 Menguat, Saham TAPG, INKP, dan MIKA Kompak Naik

JAKARTA – Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026), dengan penguatan yang cukup solid. Indeks yang merupakan hasil kerja sama antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Harian Bisnis Indonesia ini tercatat naik 0,53 persen ke level 449,41.

Advertisements

Data perdagangan menunjukkan sentimen positif menyelimuti pasar. Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 22 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 4 saham melemah, dan 1 saham sisanya berada dalam posisi stagnan.

Sejumlah emiten menjadi motor penggerak indeks pada perdagangan pagi ini. PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,71 persen ke level Rp1.555. Tidak ketinggalan, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 2,50 persen ke Rp8.200, disusul oleh PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang naik 1,85 persen ke posisi Rp1.655.

Dinamika penguatan juga terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar lainnya, seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang naik 1,52 persen ke Rp2.680, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 1,45 persen ke Rp4.900, serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang menguat 1,26 persen ke Rp6.050. Sejalan dengan pergerakan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,55 persen ke posisi 6.353.

Advertisements

Di sisi lain, tekanan jual menekan beberapa saham, di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang terkoreksi 4,52 persen ke Rp1.480, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 1,42 persen ke Rp2.780, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melemah 0,76 persen ke Rp655, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 0,65 persen ke Rp3.080.

Terkait pergerakan IHSG, tim riset Phintraco Sekuritas memprediksi indeks akan bergerak dalam rentang support 6.200 dan resistance 6.450. Perlu diketahui, pada perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG sempat ditutup terkoreksi tipis 0,82 persen ke 6.318.

“Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross. Namun, mengingat pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut, IHSG diperkirakan akan bergerak variatif dengan kisaran support 6.200–6.250 dan resistance 6.400–6.450,” tulis analis dalam risetnya.

Pasar saat ini masih mencerna pidato Presiden Prabowo di DPR terkait asumsi dasar makro ekonomi dalam RAPBN 2027. Beberapa target yang dipaparkan meliputi defisit anggaran 1,8 persen–2,4 persen dari PDB, pertumbuhan ekonomi 5,8 persen–6,5 persen, inflasi 1,5 persen–3,5 persen, nilai tukar rupiah di Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, serta suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,5 persen–7,3 persen.

Sentimen lain yang menjadi sorotan adalah rencana pemerintah untuk mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal, terutama untuk komoditas CPO, batu bara, dan paduan besi. Analis menilai, kebijakan ini membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see di awal perdagangan.

Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyoroti pengaruh kebijakan moneter bank sentral. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan menahan tekanan aliran modal keluar (capital outflow) jangka pendek.

“Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak terbatas. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis FOMC Minutes The Fed serta data ekonomi domestik seperti Current Account dan M2 Money Supply sebagai katalis lanjutan,” tutup analis tersebut.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan Kamis (21/5/2026) dengan penguatan sebesar 0,53 persen ke level 449,41, sejalan dengan kenaikan IHSG yang dibuka di zona hijau. Sebanyak 22 saham konstituen mencatatkan kenaikan, di mana TAPG, INKP, dan MIKA menjadi motor penggerak utama indeks dengan penguatan signifikan. Sementara itu, beberapa saham seperti MEDC dan PTBA mengalami tekanan jual di tengah sentimen pasar yang masih mencermati pidato makro ekonomi Presiden Prabowo dan kebijakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia.

Pelaku pasar saat ini cenderung bersikap hati-hati akibat rencana kebijakan ekspor komoditas melalui penunjukan BUMN sebagai pengekspor tunggal. Analis memprediksi IHSG akan bergerak variatif dengan rentang support 6.200 dan resistance 6.450. Fokus investor ke depan akan tertuju pada rilis notulensi rapat FOMC The Fed serta data ekonomi domestik sebagai katalis pergerakan pasar selanjutnya.

Advertisements