IHSG ditutup naik 1,5% ke 8.396, saham BUMI, BBCA, hingga BIPI kompak hijau

Babaumma – , JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 1,5% pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Penguatan ini didorong oleh kinerja impresif sejumlah saham unggulan, termasuk BUMI, BBCA, dan BIPI yang menunjukkan performa cemerlang sore hari ini.

Advertisements

Menurut data dari RTI Infokom, pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, IHSG mencatatkan kenaikan 1,5% dan bertengger pada level 8.396,08. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks utama bursa ini bergerak dinamis dalam rentang 8.327 hingga 8.397, menunjukkan optimisme investor yang cukup kuat.

Kinerja positif ini juga tercermin dari data pergerakan saham secara keseluruhan, di mana sebanyak 468 saham terpantau menguat. Sementara itu, 206 saham mengalami pelemahan, dan 142 saham lainnya bergerak stagnan. Dengan kenaikan ini, kapitalisasi pasar terpantau berada pada angka Rp15.175,49 triliun, mengukuhkan dominasi sentimen beli di pasar.

Beberapa saham yang menjadi motor penggerak IHSG pada perdagangan sore ini meliputi PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang naik 0,68% mencapai Rp296 per saham. Saham BUMI mencatat volume perdagangan yang sangat tinggi, dengan 4,1 miliar saham berpindah tangan senilai Rp1,2 triliun. Tak ketinggalan, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menunjukkan penguatan sebesar 1,04% ke level Rp7.300 per saham, serta PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) yang melonjak signifikan 20,18% menjadi Rp274 per saham.

Advertisements

Selain ketiga emiten tersebut, saham-saham lain dari sektor perbankan dan pertambangan juga turut menyumbang penguatan. Tercatat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 2,93% ke level Rp5.275, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melesat 4,03% hingga Rp4.390 per saham, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 1,56% ke posisi Rp3.900 per saham.

Penguatan pasar saham global, termasuk bursa regional Asia, menurut tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas, turut menjadi katalis positif. Sentimen ini terutama dipicu oleh respons pasar yang positif menyusul keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif dagang global yang sebelumnya diberlakukan oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Keputusan MA ini diharapkan dapat menciptakan harapan baru dan perbaikan signifikan pada iklim perdagangan global, dengan pembatalan tarif sebelumnya dan penggantiannya dengan tarif 10% menjadi perkembangan krusial bagi dunia usaha.

Kendati demikian, para investor juga tetap mencermati potensi dinamika kebijakan di AS. Pasalnya, Presiden Donald Trump dilaporkan pada akhir pekan berencana untuk kembali menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, meskipun Mahkamah Agung telah membatalkan kebijakan tarif timbal balik yang sebelumnya ia berlakukan. Situasi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS masih menjadi perhatian utama di pasar global.

Dari ranah domestik, Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap pemerintah Indonesia untuk menghormati setiap proses politik yang berlangsung di Amerika Serikat, termasuk putusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif. Dengan demikian, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan segala kemungkinan penyesuaian tarif yang mungkin timbul sebagai dampak dari perkembangan tersebut di kancah perdagangan internasional.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements