
Babaumma – , JAKARTA — Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pekan lalu akibat penilaian dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) diprediksi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal berbalik rebound tinggi.
Purbaya mengemukakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat mendorong para investor untuk kembali masuk ke pasar saham usai aksi jual besar-besaran pekan lalu. Dia mengeklaim akan mendorong ekonomi tumbuh di atas target APBN sebesar 5,4%, menjadi 6%.
Di sisi lain, Purbaya tidak menampik pasar bisa merespons negatif pengunduran diri pimpinan tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026).
: IHSG Dibuka Anjlok (2/2), Mensesneg: Bismillah Hari Ini Bisa Naik
Namun, dia memastikan respons pemerintah yang cepat dan fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik bisa membuat investor semakin yakin untuk kembali masuk.
“Mereka akan lihat fundamental ekonominya bagus, saya perbaiki terus ke depan. Tahun ini mungkin ekonominya bisa tumbuh, bisa saya dorong mendekati 6%. Harusnya bursanya akan naik, jadi anda enggak usah khawatir,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Senin (2/2/2026).
: : IHSG Anjlok hingga 4% Menanti Kejelasan Nasib di Indeks MSCI
Pria yang sebelumnya pernah menjabat di Danareksa Securities itu mengatakan bahwa masih ada ruang luas untuk IHSG kembali mengalami rebound tinggi. Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, indeks saham pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang waktu (all time high) beberapa kali sebelum aksi jual besar-besaran akhir Januari 2026.
Ramai-ramai aksi jual oleh investor itu dipicu oleh ultimatum MSCI yang meminta agar BEI berbenah dan melaksanakan rekomendasi perbaikan. Salah satunya terkait dengan transparansi kepemilikan saham.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menghijau saat IHSG Ambrol di Bawah 8.000
Purbaya mengatakan bahwa selalu ada peluang IHSG ambruk akibat sentimen negatif investor. Namun, dia meyakini fondasi perekonomian domestik yang bagus bisa mencegah hal tersebut.
“Respons kebijakan dari bursa maupun OJK cepat, enggak ada kekacauan. Harusnya ini akan merupakan modal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang,” ucapnya.