IHSG sesi I naik ke level 8.984, saham emas ANTM, ARCI hingga MDKA malah rontok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama pada Kamis (8/1) dengan catatan positif, ditutup menguat 0,44% atau setara 39,67 poin, mencapai level 8.984. Momentum kenaikan ini bahkan sempat membawa indeks ke level psikologis 9.001 pada pukul 10.02 WIB, menandakan adanya optimisme pasar di awal hari perdagangan.

Advertisements

Pergerakan IHSG yang cenderung menguat ini didukung oleh aktivitas pasar yang cukup solid. Merujuk data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama tercatat mencapai 32,33 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,32 juta kali. Total kapitalisasi pasar mencapai angka Rp 16.434 triliun, sementara total nilai transaksi siang ini menyentuh Rp 15,43 triliun. Distribusi pergerakan saham menunjukkan bahwa 362 saham berhasil menguat, 311 saham terkoreksi, dan 137 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Kinerja positif IHSG sejalan dengan keberhasilan tujuh dari sebelas sektor di BEI yang mencatat kinerja positif atau parkir di zona hijau. Namun, di tengah euforia kenaikan indeks, sorotan tertuju pada harga saham emiten tambang emas yang justru terpukul keras dan rontok berjamaah, menunjukkan adanya sentimen negatif yang kuat terhadap komoditas logam mulia ini pada sesi tersebut.

Sejumlah saham raksasa di sektor pertambangan emas mengalami tekanan signifikan. Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok 4,68% atau 180 poin, bertengger di level 3.670. Tak jauh berbeda, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) jeblok 4,59% atau 250 poin ke level 5.200. Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkoreksi 4,04% atau 110 poin ke 2.610, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 2,37% atau 40 poin, berakhir di level 1.650.

Advertisements

Baca juga:

  • Menilik Prospek BUMI, DEWA, TINS dan FILM Masuk Indeks MSCI Rebalancing Februari
  • Lo Kheng Hong Borong Saham Gajah Tunggal (GJTL), Kuasai 206 Juta Lembar
  • Saham Lapis Dua Topang IHSG Tembus Level 9.000, Analis Ungkap Potensi Risiko

Kontras dengan sektor tambang emas, sektor energi justru menunjukkan performa cemerlang dengan kenaikan sektoral sebesar 1,38%. Beberapa harga saham di sektor ini melonjak signifikan. PT Petrosea Tbk (PTRO) memimpin dengan kenaikan 4,21% atau 500 poin menuju level 12.375. Diikuti oleh PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang melesat 6,44% atau 475 poin ke 7.850, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang juga menguat 3,09% atau 50 poin ke level 1.670.

Dari sisi nilai transaksi perdagangan, beberapa saham mencatat volume aktivitas yang sangat tinggi. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,06 triliun hingga siang ini. Disusul oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang diperdagangkan sebesar Rp 873,20 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai transaksi Rp 610,11 miliar, meskipun sahamnya sendiri mengalami pelemahan.

Daftar saham-saham dengan kinerja terbaik atau top gainer siang ini mencakup:

  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melonjak 24,90% ke level 3.210
  • PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 15,57% ke level 193
  • PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menguat 14,18% ke level 1.610

Sementara itu, saham-saham yang paling tertekan atau top loser pada sesi siang ini adalah:

  • PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) anjlok 14,94% ke level 1.480
  • PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) turun 6,06% ke level 930
  • PT Indokripti Koin Semesta Tbk (COIN) terkoreksi 5,38% ke level 3.340

Advertisements