Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham Bank Jumbo BBCA-BMRI Lesu

JAKARTA – Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan hari ini, Rabu (8/9/2025), dengan tren pelemahan. Gerak lesu terlihat pada saham-saham konstituen utama, khususnya dari sektor perbankan jumbo yang menjadi penopang indeks.

Advertisements

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.20 WIB, indeks yang merupakan hasil kerja sama antara BEI dan harian Bisnis Indonesia ini tercatat turun 0,12% ke level 514,52. Sepanjang sesi pembukaan, indeks Bisnis-27 bergerak di rentang 514,03 hingga 518.

Dari total 27 konstituen yang membentuk indeks ini, delapan saham berada di zona merah atau mencatatkan pelemahan. Di sisi lain, 11 saham berhasil bergerak menguat, sementara delapan saham lainnya menunjukkan kinerja stagnan tanpa perubahan signifikan.

Pelemahan indeks pada pagi hari ini sebagian besar dipicu oleh kinerja kurang optimal dari deretan saham bank jumbo. Tercatat, harga saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,99%. Disusul oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) yang turun 0,25%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan koreksi 0,27%, dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) yang bergerak melemah 0,23%.

Advertisements

Selain deretan bank, beberapa konstituen Indeks Bisnis-27 lainnya juga turut menyumbang tekanan pada pembukaan perdagangan. Di antaranya adalah PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang turun 0,31%, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) terkoreksi 0,88%, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) melemah 0,33%, serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 2,73%.

Kendati demikian, tidak semua saham konstituen Indeks Bisnis-27 bergerak melemah. Sejumlah saham justru menunjukkan kekuatan dengan mencatatkan penguatan signifikan pada sesi pembukaan. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memimpin dengan kenaikan 1,91%, diikuti oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 0,87%, PT Barito Pasifik Tbk. (BRPT) menguat 0,24%, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 0,42%, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang menanjak 1,09%.

Pergerakan menguat juga dibukukan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) sebesar 0,34%, PT Indosat Tbk. (ISAT) naik 1,16%, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 0,47%, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 1,41%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) naik 0,31%, dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) yang menguat 0,91%.

Sementara itu, delapan saham konstituen Indeks Bisnis-27 lainnya berada dalam kondisi stagnan, tidak menunjukkan pergerakan berarti pada pembukaan perdagangan. Saham-saham tersebut meliputi PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Mitra Keluarga Karya Tbk. (MIKA), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

BACA JUGA: Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Saham AMRT, BRPT hingga CTRA Justru Panen Cuan

BACA JUGA: IHSG Ditutup Sentuh ATH, Saham Prajogo CDIA-CUAN Dorong Laju Indeks

Disclaimer: Berita ini bertujuan sebagai informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Pada Rabu, 8 September 2025, Indeks Bisnis-27 dibuka dengan tren pelemahan, turun 0,12% ke level 514,52. Pelemahan ini dipicu oleh kinerja saham-saham bank jumbo seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI yang mengalami penurunan. Selain sektor perbankan, saham HEAL, PTBA, TLKM, dan UNTR juga turut menyumbang tekanan pada indeks.

Meskipun demikian, beberapa saham konstituen Indeks Bisnis-27 justru mencatatkan penguatan. Saham ANTM memimpin kenaikan, diikuti oleh ASII, BRPT, CPIN, dan ICBP. Beberapa saham lain yang menguat termasuk INKP, ISAT, KLBF, MYOR, PGAS, dan SCMA. Sementara itu, delapan saham lainnya terpantau stagnan.

Advertisements