Kembangkan seni berbasis komunitas, Jakarta dan Milan jalin kerja sama

Jakarta resmi terpilih menjadi salah satu dari 19 kota dunia yang berpartisipasi dalam program Leadership Exchange Programme dengan fokus utama pada tema Public Art and Co-Creation. Inisiatif ini menjadi jembatan strategis antara Jakarta dan Milan untuk mengakselerasi pengembangan seni publik yang berbasis pada keterlibatan komunitas.

Advertisements

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memiliki fondasi budaya yang kuat. Melalui penguatan kerja sama internasional, Jakarta berkomitmen mengintegrasikan seni ke dalam denyut nadi perkotaan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Milan, Italia, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta tengah mempelajari praktik terbaik dalam menjadikan seni sebagai elemen esensial kehidupan warga. Pihaknya bertekad menghidupkan ruang publik agar menjadi wadah kolaborasi kreatif yang inklusif bagi masyarakat. Kota global, menurut Rano, tidak sekadar diukur dari deretan gedung pencakar langit, melainkan dari keberhasilan menyediakan ruang bagi warga untuk berekspresi, berinteraksi, dan merayakan identitas kotanya dengan bangga.

Selama di Milan, delegasi Jakarta mendalami berbagai strategi pengelolaan museum, aktivasi ruang kota, serta implementasi seni publik. Salah satu target konkret dari kunjungan ini adalah menjalin kemitraan antara museum di Jakarta dengan MUDEC – Museo delle Culture. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka akses pembelajaran internasional yang lebih luas bagi generasi muda.

Advertisements

Bagi Pemprov DKI Jakarta, seni publik bukan sekadar pemanis estetika, melainkan instrumen untuk membangun ekosistem urban yang humanis. Kehadiran karya seni di ruang publik diyakini dapat mempererat kedekatan emosional antara warga dan kotanya. Proyek ini pun nantinya akan melibatkan sinergi antara seniman lokal Jakarta dengan mitra serta praktisi budaya dari Milan, yang dijadwalkan hadir di Jakarta pada 18–24 Juli 2026 untuk melakukan lokakarya dan pengembangan karya bersama.

Dalam pertemuan strategis bersama perwakilan World Cities Culture Forum, Isabella Valentini, Wagub Rano juga menjajaki peluang kolaborasi kreatif yang lebih luas. Fokus diskusi mencakup upaya memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang modern namun tetap memiliki karakter yang kuat.

Selain aspek seni dan budaya, kedua pihak turut membahas penguatan ketahanan pangan perkotaan. Kerja sama ini meliputi pengembangan urban farming, strategi pengurangan food waste, serta modernisasi sistem distribusi pangan. Pemerintah Kota Milan pun menyatakan dukungannya terhadap rencana Jakarta untuk bergabung dalam Milan Urban Food Policy Pact, sebuah komitmen global dalam membangun sistem pangan kota yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Ringkasan

Jakarta resmi menjalin kerja sama dengan Milan melalui program Leadership Exchange Programme yang berfokus pada seni publik berbasis komunitas. Inisiatif ini bertujuan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang humanis dengan menjadikan seni sebagai elemen esensial di ruang publik. Melalui kemitraan dengan MUDEC, Jakarta berupaya mengintegrasikan praktik terbaik pengelolaan seni dan museum untuk mendukung keterlibatan masyarakat yang inklusif.

Selain aspek seni, kolaborasi ini mencakup komitmen penguatan ketahanan pangan perkotaan melalui pengembangan urban farming dan sistem distribusi pangan yang berkelanjutan. Milan mendukung langkah Jakarta untuk bergabung dalam Milan Urban Food Policy Pact guna membangun sistem pangan kota yang efisien. Sinergi ini akan diperkuat melalui lokakarya bersama antara seniman dan praktisi budaya kedua kota yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Advertisements