Kronologi pemudik meninggal dalam bus di Gilimanuk, Kemenhub pulangkan jenazah

Kabar duka menyelimuti perjalanan mudik menjelang Lebaran 2026. Seorang pemudik ditemukan meninggal dunia di dalam bus yang sedang mengantre untuk menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Insiden tragis ini menyoroti kembali pentingnya perhatian terhadap kesehatan selama arus mudik yang padat.

Advertisements

Komisaris Polisi (Kompol) I Nyoman Wiryadarma, yang bertugas sebagai Kasub Satgas Pengamanan Gilimanuk dalam Operasi Ketupat Agung 2026, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Rabu (18/3) di Gilimanuk, Bali. “Kami mendapatkan laporan dari kondektur bus bahwa ada penumpang yang pingsan. Saat kami melakukan pengecekan ke dalam bus, yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” jelas Kompol Wiryadarma.

Perwira yang juga menjabat sebagai Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Bali ini menambahkan bahwa penumpang perempuan berinisial R, yang diketahui hendak menuju Kebumen, Jawa Tengah, segera dievakuasi. Almarhumah kemudian dibawa ke Puskesmas Gilimanuk untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, dipastikan bahwa pemudik tersebut memang telah meninggal dunia.

Pihak kepolisian segera mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama keluarga almarhumah untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halaman di Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan keluarga mendapatkan dukungan penuh dalam menghadapi musibah ini.

Advertisements

Baca juga:

  • Survei Kemenhub: Masyarakat Pilih Mudik Lebih Awal, Pengguna Angkutan Umum Naik
  • Menhub Sebut Banyak Truk Langgar Aturan Mudik 2026, Soroti Kondisi Gilimanuk
  • Tren Jual Beli Mobil Bekas Menguat Jelang Lebaran 2026

Kapolres Jembrana, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati, saat dimintai keterangan, mengonfirmasi bahwa jenazah penumpang yang berangkat dari Denpasar itu sudah diberangkatkan menuju daerah asalnya. Mengenai penyebab kematian, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menjelaskan bahwa tim medis hanya melakukan pemeriksaan luar dan tidak menemukan adanya tanda-tanda atau hal-hal yang tidak wajar. “Pemeriksaan lebih lanjut seperti autopsi tidak dilakukan,” imbuhnya.

Menyikapi insiden memilukan ini, kepolisian kembali mengimbau seluruh pemudik untuk senantiasa mengutamakan kondisi kesehatan sebelum memulai perjalanan, mengingat situasi di jalan raya seringkali tidak menentu dan membutuhkan stamina prima. “Kami tentu tidak mengetahui kondisi kesehatan setiap pemudik satu per satu. Yang paling tahu adalah diri mereka sendiri. Jika merasa kurang sehat, lebih baik beristirahat terlebih dahulu,” tegas AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengingatkan akan pentingnya tanggung jawab pribadi.

Tak hanya satu kasus fatal, dalam beberapa hari sebelumnya selama Operasi Ketupat Agung 2026, belasan pemudik juga dilaporkan pingsan akibat kelelahan atau kondisi tubuh yang menurun. Beruntung, mereka segera mendapatkan pertolongan medis sigap dari petugas yang bersiaga di lapangan, mencegah potensi kejadian yang lebih serius.

Kemenhub Pulangkan Jenazah dengan Penuh Kepedulian

Secara terpisah, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya pemudik berinisial RP, seorang ibu rumah tangga, yang tengah menempuh perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah. Tragedi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Heri Junaedi Bakhri, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menjelaskan bahwa almarhumah Ibu RP ditemukan meninggal dunia oleh kru bus pada pagi hari tanggal 18 Maret 2026, saat kendaraan tersebut masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Sebagai wujud nyata kepedulian negara dan penghormatan terakhir, Kementerian Perhubungan bergerak cepat. Berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Polri, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo, Kemenhub memastikan proses pemulangan jenazah dilakukan secara layak hingga tiba dengan selamat di rumah duka yang berlokasi di Kebumen. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam melayani masyarakat, bahkan di tengah duka mendalam.

“Pada pukul 14.00 WITA, jenazah almarhumah telah diberangkatkan melalui KMP Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk-Ketapang,” kata Heri melalui keterangan tertulisnya yang dirilis pada Kamis (19/3). Tak hanya itu, sebagai bentuk representasi kehadiran Kementerian Perhubungan bagi keluarga yang berduka, Kepala Distrik Navigasi Cilacap juga telah ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen.

Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub terus memperkuat koordinasinya dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, dan aparat keamanan, demi menjamin kelancaran serta keselamatan arus mudik di Selat Bali. Informasi terkini akan disampaikan secara berkala seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.

Pada akhirnya, Kemenhub kembali menekankan imbauan krusial kepada seluruh pemudik: prioritas utama adalah kesehatan Anda. Pastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan, serta jangan pernah ragu untuk segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. “Keselamatan jiwa adalah prioritas yang utama,” pungkas Heri, menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap keamanan dan kenyamanan mudik.

Advertisements