Menperin kirim surat ke Purbaya, usul lanjutkan insentif otomotif di 2026

Pemerintah Indonesia secara serius mulai mengkaji kelanjutan insentif fiskal otomotif untuk tahun 2026, sebuah langkah krusial di tengah perlambatan signifikan pada penjualan mobil nasional. Sinyal kuat terkait upaya ini muncul setelah Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, secara resmi mengirimkan surat usulan insentif kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada hari Selasa (30/12).

Advertisements

Meski usulan telah disampaikan, Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni, masih menahan diri untuk mengumumkan secara rinci isi surat tersebut. Rincian mengenai bentuk insentif yang akan diberikan serta jenis produk otomotif mana saja yang berpotensi mendapatkan stimulus masih menjadi informasi yang dirahasiakan. Perlu diketahui, pemerintah sendiri telah memberikan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan listrik dan hybrid sepanjang tahun ini, menunjukkan komitmen terhadap sektor ini.

Dalam keterangannya, Febri mengungkapkan bahwa kebutuhan akan insentif pada industri otomotif semakin mendesak. Hal ini didorong oleh lesunya penjualan kendaraan baru di pasar domestik, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri otomotif yang sudah eksis di Indonesia. Situasi ini membuat mereka mulai mempertimbangkan kembali keberlanjutan operasional usaha di tanah air.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah bertekad untuk menempuh berbagai cara guna menggairahkan kembali pasar mobil baru. Salah satu strategi utama adalah dengan memberikan dukungan berupa insentif fiskal pada tahun 2026. Diharapkan, langkah ini tidak hanya membantu masyarakat dalam kepemilikan kendaraan, tetapi juga meringankan beban para pelaku industri. Febri menegaskan, “Tidak adanya intervensi kebijakan akan membuat tekanan ini semakin dalam,” menggarisbawahi urgensi tindakan pemerintah.

Advertisements

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sendiri telah menyatakan bahwa industri otomotif sangat membutuhkan insentif untuk mencegah potensi kebangkrutan. Pernyataan ini didasari oleh fakta bahwa penjualan kendaraan roda empat di dalam negeri masih jauh dari harapan dan cenderung lesu.

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo memperkuat kekhawatiran tersebut. Tercatat, penjualan mobil baru kepada konsumen baru mencapai 739.997 unit pada periode Januari hingga November 2025. Angka ini masih terpaut sekitar 40.000 unit dari target yang telah direvisi pada bulan ini, yaitu sejumlah 780.000 unit hingga akhir tahun.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyoroti peran penting insentif fiskal yang telah diberikan tahun ini. Menurutnya, stimulus tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap penjualan kendaraan listrik, bahkan berhasil memangkas harga di tingkat konsumen hingga Rp 100 juta per unit. Jongkie menyampaikan harapannya, “Kami memahami, bahwa pemerintah akan mencari jalan terbaik agar industri otomotif Indonesia dapat terus membaik dan berkembang lebih pesat,” menunjukkan optimisme terhadap upaya pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sektor vital ini.

Advertisements