Konflik Powell–Trump picu pertanyaan soal masa depan The Fed

Jakarta, IDN Times — Ketegangan antara Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasuki babak baru di awal 2026. Setelah berbulan-bulan menghindari konfrontasi terbuka, Powell kini secara langsung menanggapi tekanan dari Gedung Putih yang semakin intens terhadap bank sentral AS.

Advertisements

Langkah ini terjadi setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) memulai penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait dugaan memberikan keterangan tidak benar kepada Kongres. Situasi tersebut menempatkan independensi The Fed dalam sorotan, sekaligus memunculkan berbagai pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kebijakan moneter, pasar keuangan, dan proses pergantian pimpinan The Fed.

1. Powell angkat bicara soal ancaman hukum

Selama beberapa bulan terakhir, Powell berupaya menjaga jarak dari konflik politik, meskipun tekanan dari pemerintahan Trump untuk menyingkirkannya terus meningkat. Namun, penyelidikan kriminal DOJ menjadi titik balik sikap Powell.

Advertisements

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (11/1/2026), Powell berusaha menjelaskan kepada publik apa yang menurutnya menjadi inti persoalan.

“Ancaman baru ini bukan tentang kesaksian saya pada Juni lalu atau tentang renovasi gedung Federal Reserve,” ujar Powell, dikutip laman resmi Federal Reserve.

“Ancaman dakwaan pidana ini merupakan konsekuensi dari Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami tentang kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi presiden,” tambah Powell.

Powell memandang ancaman tersebut sebagai dalih untuk menyerang independensi bank sentral. Setelah pendekatan kompromistis dinilai tidak berhasil, sikap Powell pun berubah menjadi lebih konfrontatif terhadap tekanan politik yang dihadapinya.

2, Perubahan sikap dan eskalasi konflik

Eskalasi konflik ini mencerminkan perubahan pendekatan dari kedua belah pihak. Pemerintahan Trump sebelumnya hanya melontarkan kritik terbuka dan tekanan politik agar Powell mundur. Kini, jaksa federal mulai mengancam dengan langkah hukum.

Di sisi lain, Powell juga tidak lagi memilih jalur diplomatis. Selama berbagai pertemuan Federal Reserve, ia kerap menolak menjawab pertanyaan wartawan terkait tekanan politik dan berusaha menjaga posisi netral. Dengan ancaman hukum yang semakin nyata, ruang geraknya menjadi lebih terbatas.

Situasi ini juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan Powell di The Fed. Meski masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei, masa jabatannya sebagai gubernur sebenarnya masih berlangsung hingga 2028. Serangan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya ini berpotensi mendorong Powell untuk tetap bertahan hingga akhir masa jabatan penuh guna menghadapi penyelidikan tersebut.

3. Implikasi terhadap independensi The Fed

Bagi Powell dan para pendukungnya di Kongres, penyelidikan kriminal ini dinilai sebagai tantangan langsung terhadap independensi Federal Reserve. Jika pemerintah dapat menekan pejabat bank sentral melalui ancaman hukum atas kebijakan moneter yang tidak sejalan dengan kepentingan politik, maka posisi The Fed sebagai lembaga independen dipertanyakan.

Pasar keuangan pada awal pekan relatif tenang, dengan investor menunggu perkembangan lanjutan sebelum menilai dampak ekonomi dan posisi Federal Reserve ke depan.

“Sekilas, tampaknya pemerintahan dan bank sentral kini berada dalam perang terbuka—sesuatu yang sangat dihindari oleh Powell dan Menteri Keuangan Bessent,” ujar Krishna Guha, Kepala Strategi Kebijakan Global dan Perbankan Sentral di Evercore ISI, dilansir Yahoo Finance.

“Tingkat kerasnya respons akan menentukan langkah selanjutnya, apakah independensi The Fed masih memiliki penjamin di pasar, dan apakah Bessent atau Partai Republik di Kongres akan mencari jalan keluar,” tambah Guha.

Waktu terjadinya konflik ini juga dinilai krusial, mengingat Powell hanya memiliki beberapa bulan tersisa sebagai ketua The Fed.

4. Dampak terhadap ketua The Fed berikutnya

Penyelidikan terhadap Powell menambah kompleksitas bagi calon ketua The Fed berikutnya. Sosok pengganti nantinya harus menghadapi risiko tekanan politik serupa serta persepsi publik sebagai perpanjangan tangan Gedung Putih.

Sejumlah anggota Kongres mulai menyatakan sikap. Senator Republik Thom Tillis dari North Carolina menyebut akan menghentikan seluruh proses konfirmasi calon pimpinan bank sentral hingga persoalan ini diselesaikan.

Senator Republik Lisa Murkowski dari Alaska juga menyampaikan dukungan terhadap langkah tersebut. Murkowski menyebut, penyelidikan pemerintahan sebagai tidak lebih dari upaya pemaksaan.

Jika proses konfirmasi tetap berjalan, calon ketua The Fed akan menghadapi pertanyaan dari berbagai sisi, dengan bayang-bayang kontroversi yang menyelimuti Powell ikut memengaruhi proses tersebut.

FAQ seputar konflik Powell dan Trump

Question

Answer

Mengapa DOJ menyelidiki Jerome Powell?

Penyelidikan dilakukan terkait dugaan Powell memberikan keterangan tidak benar kepada Kongres.

Apa dampak konflik ini bagi The Fed?

Konflik ini memicu kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS.

Bagaimana pengaruhnya terhadap ketua The Fed berikutnya?

Calon ketua berikutnya berpotensi menghadapi tekanan politik dan proses konfirmasi yang lebih rumit.

Jerome Powell Ungkap DOJ Ancam Dakwaan Pidana terhadap The Fed Mantan Pejabat AS Nilai Investigasi DOJ Ancam Independensi The Fed Perpecahan di The Fed Berlanjut ke 2026, Suku Bunga Jadi Sorotan

Advertisements