Ramai Perusahaan Keuangan Global PHK Karyawan Awal 2026, Terbaru BlackRock

Sejumlah perusahaan keuangan global berencana memangkas jumlah karyawan, antara lain sebagai langkah efisiensi biaya operasional. Salah satu yang terbaru, yakni BlackRock Inc dikabarkan bakal memangkas ratusan pekerjaan atau sekitar 1% dari total karyawan global perusahaan.

Advertisements

Mengutip Blomberg, sumber yang mengetahu masalah ini menyebut pengurangan mencapai berjumlah sekitar 250 karyawan di seluruh perusahaan, termasuk anggota tim investasi dan penjualan.

“Setiap tahun, kami membuat keputusan untuk memastikan bahwa sumber daya kami selaras dengan tujuan kami dan bahwa kami berada pada posisi yang baik untuk melayani klien saat ini dan di masa mendatang'” ujar “kata juru bicara perusahaan seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (13/1). 

Pemangkasan ini terjadi ketika CEO Larry Fink berupaya untuk menata ulang manajer aset terbesar di dunia ini dan mendorong investasi alternatif. Sejak menyelesaikan akuisisi spesialis kredit swasta HPS Investment Partners senilai US$12 miliar pada bulan Juli, BlackRock telah mengintegrasikan para eksekutif barunya dan bersiap untuk meluncurkan serangkaian dana baru untuk investor ritel kaya.

Advertisements

Baca juga:

  • PHK 2025 Lebih Buruk dari Tahun Lalu, Ancaman Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi
  • KRAS Siapkan Rp 752,8 Miliar untuk Program PHK Sukarela Karyawan

BlackRock melakukan dua putaran pemutusan hubungan kerja tahun lalu, memangkas sekitar 1% dari jumlah karyawannya pada setiap kesempatan.

Langkah serupa juga telah diumumkan perusahaan keuangan global lainnya dalam rangka mengendalikan biaya. Citigroup Inc. akan mengurangi sekitar 1.000 pekerjaan pada pekan ini ini. Sedangkan UBS Group AG juga berencana melakukan pemutusan hubungan kerja bulan ini dan akan diikuti oleh pemutusan hubungan kerja lainnya akhir tahun ini seiring dengan penghentian sistem komputer yang diperoleh dari Credit Suisse. 

BlackRock akan melaporkan pendapatan kuartal keempat pada 15 Januari. Perusahaan ini memiliki sekitar 24.600 karyawan dan mengelola sekitar $13,5 triliun pada akhir September.

Advertisements