Konglomerat terkemuka Indonesia, Michael Bambang Hartono, yang juga merupakan pemilik PT Djarum, dikabarkan meninggal dunia hari ini. Beliau mengembuskan napas terakhir di Singapura pada usia 86 tahun.
Menurut konfirmasi dari Budi Darmawan, Corporate Communications Manager PT Djarum, jenazah Michael Hartono rencananya akan disemayamkan terlebih dahulu di Jakarta sebelum kemudian dibawa ke kampung halamannya di Kudus untuk prosesi pemakaman. “Tanggal 25 Maret dikebumikan, jam menyusul,” ujar Budi kepada Katadata.co.id pada Kamis (19/3), mengindikasikan jadwal pemakaman yang telah ditetapkan.
Lahir pada tahun 1939, Michael Bambang Hartono dikenal luas sebagai salah satu tokoh pengusaha terbesar dan terkaya di Indonesia. Dedikasinya yang luar biasa menempatkannya sebagai pendiri dan pemimpin utama Djarum Group, sebuah perusahaan rokok yang telah menjadi salah satu yang terbesar di Tanah Air.
Bersama saudaranya, Budi Hartono, beliau merintis usaha keluarga dari nol, yang awalnya bergerak di bidang perdagangan dan industri kecil. Seiring berjalannya waktu dan visi yang tajam, fokus bisnis mereka kemudian beralih ke industri rokok, yang berhasil tumbuh pesat sekaligus memperluas portofolio bisnis mereka secara signifikan.
Tidak berhenti pada industri rokok, Michael Bambang Hartono melalui Djarum Group juga secara ambisius mengembangkan sayap bisnisnya ke berbagai sektor lain. Gurita bisnis mereka kini merambah ke bidang perbankan, properti, hingga teknologi. Beberapa entitas bisnis raksasa yang berada di bawah payung Djarum Group antara lain BCA, Polytron, mal Grand Indonesia, platform digital Blibli, layanan hiburan Mola, restoran Bakmi GM, bahkan hingga kepemilikan klub sepak bola Como di Italia.
Di luar kiprahnya yang gemilang di dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga dikenal memiliki jiwa atletis. Beliau adalah seorang atlet bridge yang handal, bahkan sempat meraih medali perunggu dan hadiah uang tunai dalam ajang Asian Games 2018, menunjukkan talenta multitalenta yang dimilikinya.