Anomali transaksi Rp 5 T Telkom di tengah sorotan global, indikasi manipulasi?
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menghadapi sorotan setelah terungkapnya sekitar 140 transaksi yang diduga tidak memiliki substansi ekonomi pada periode 2014-2021.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menghadapi sorotan setelah terungkapnya sekitar 140 transaksi yang diduga tidak memiliki substansi ekonomi pada periode 2014-2021.
Rupiah melemah, BI dan OJK awasi pembelian dolar oleh bank dan korporasi. Pembatasan pembelian dolar diperketat untuk menjaga stabilitas keuangan.
Rupiah juga mendapatkan sentimen positif dari rilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan operasi militer Operation Epic Fury terhadap Iran telah berakhir. Namun. AS tidak menghentikan seluruh aktivitas militernya.
Ringkasan Berita: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara menggelar rapat di Kantor Bank Indonesia Gorontalo. Rapat tersebut dipimpin Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu ini digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Babaumma – Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara menggelar rapat tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM)…
Indeks harga saham gabungan ditutup naik ke level 7.102 atau setata 0,65% pada pergangan sesi I, Rabu (6/5)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (6/5).#bisnisupdate #update #bisnis #text
Ringkasan Berita: Satu gram emas Antam hari ini dijual di harga Rp 2.790.000. Emas batangan Antam ukuran 0,5 gram yang termurah, hari ini dijual di harga Rp 1.445.000. Harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini di angka Rp 2.580.000. Babaumma – Berikut rincian harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam hari ini, Rabu (6/5/2026). Harga emas dan buyback emas Antam ini berdasarkan informasi dari Unit Bisnis…
Rupiah menguat seiring melemahnya dolar AS di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memperoleh fasilitas kredit investasi senilai Rp 17 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).