
Dua berita penting dari ranah bisnis berhasil mencuri perhatian publik pada Kamis, 15 Januari 2026. Fokus utama adalah pada kontribusi signifikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin Indonesia) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level psikologis 9.100.
Kadin Kucurkan Dana Triliunan Rupiah untuk 1.000 Dapur MBG
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan dampak positif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap prospek perekonomian nasional. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa program ini berpotensi besar mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
“Secara ekonomi, program ini berpotensi menambah pertumbuhan PDB hingga 3,5 persen. Angka ini bukan jumlah yang kecil dan dapat menjadi salah satu pendorong utama pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Anindya dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (15/1).
Anindya lebih lanjut memaparkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia. Kadin Indonesia telah aktif berpartisipasi dengan membangun sekitar 1.000 dapur MBG, yang didukung oleh kontribusi para anggotanya. Total nilai investasi yang telah digelontorkan mencapai angka fantastis, antara Rp 1,5 hingga Rp 2 triliun.
Mayoritas dapur MBG hingga saat ini masih beroperasi dengan pendanaan mandiri. Jika setiap dapur mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja, maka dengan target 30.000 dapur, program MBG ini diperkirakan berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1,5 juta individu di seluruh penjuru Tanah Air.
Anindya juga menyoroti peran strategis program MBG sebagai pintu masuk untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Adanya kepastian permintaan dari program ini dinilai akan menjadi pendorong signifikan bagi hilirisasi sektor pertanian dan peternakan.

“Dengan adanya program MBG, kebutuhan pangan menjadi sangat nyata dan terukur. Dari 52 juta penerima saat ini yang akan bertumbuh menjadi 82 juta, ini berarti dibutuhkan sekitar 52 juta butir telur per hari, di samping kebutuhan akan ayam, ikan, sayur-mayur, dan komoditas pangan lainnya,” papar Anindya.
Selain itu, Anindya menambahkan, program MBG juga membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah, mengingat setiap wilayah memiliki potensi sumber protein unggulan masing-masing yang dapat dioptimalkan.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Ini adalah kunci agar keberlanjutan program MBG dapat terus terjamin. “Target paling menantang bagi BGN adalah mencegah inflasi dan kelangkaan bahan pangan. Kami sangat berharap pelaku usaha, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, dapat secara proaktif memperbesar kapasitas produksi mereka,” tegas Tigor.
IHSG Tembus Rekor 9.100, Saham Tekstil Berkilau

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (15/1) ditutup dengan catatan positif, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi di zona hijau. IHSG ditutup menguat sebesar 42,82 poin atau naik 0,47 persen, mencapai level 9.075. Indeks LQ45 juga turut menunjukkan kinerja impresif, naik 7,34 poin (0,83 persen) ke posisi 889,43.
Momen penting terjadi pada pukul 10:00 WIB, saat IHSG mencetak rekor baru dengan menembus level 9.100,82. Meskipun demikian, pergerakan indeks terpantau fluktuatif sepanjang perdagangan hingga sore hari.
Nilai transaksi perdagangan pada penutupan pasar tercatat sangat besar, mencapai Rp 27,86 triliun, dengan volume perdagangan yang menembus 50,38 miliar saham. Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 3.362.940 juta kali, menunjukkan aktivitas pasar yang sangat tinggi.
Secara keseluruhan, sentimen pasar cukup positif, dengan sebanyak 339 saham yang menguat, sementara 331 saham melemah, dan 133 saham lainnya terpantau stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan tercatat sebesar Rp 16.542 triliun, merefleksikan valuasi pasar yang solid.
Salah satu sektor yang paling menonjol dalam perdagangan sore itu adalah saham-saham tekstil, yang secara mengejutkan melesat di atas 30 persen. Beberapa di antaranya, seperti saham ZATA hingga BELL, menunjukkan lonjakan signifikan yang menarik perhatian para investor.