Prabowo di APEC: Judol Bikin Indonesia Rugi Rp133 Triliun per Tahun!

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi kerugian finansial yang sangat besar, mencapai US$ 8 miliar atau setara dengan Rp 133 triliun setiap tahunnya akibat maraknya praktik judi online. Pernyataan serius ini disampaikan Presiden Prabowo dalam forum APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, pada Sabtu (1/11). Dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (2/11), beliau menegaskan, “Judi *online* ini sudah sangat serius.” Angka kerugian tersebut didasarkan pada kurs Rp 16.610 per dolar AS, menyoroti dampak destruktif aktivitas ilegal ini terhadap perekonomian nasional.

Advertisements

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam memberantas kejahatan trans-nasional. Indonesia, menurutnya, telah sangat menderita akibat berbagai bentuk kejahatan lintas batas seperti penyelundupan ilegal, korupsi, dan narkotika. Penanganan isu-isu kompleks ini memerlukan sinergi global untuk melindungi negara dari ancaman yang merusak stabilitas dan kesejahteraan.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dibandingkan banyak negara anggota APEC lainnya. Beliau menyoroti tantangan internal yang mendesak, “Kami masih memiliki kemiskinan yang sangat besar. Banyak rakyat juga kelaparan.” Pengakuan ini menegaskan urgensi bagi Indonesia untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan secepat mungkin, menjadikannya prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Menyikapi ketertinggalan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan perlunya percepatan peningkatan kualitas di bidang pendidikan. Untuk itu, Indonesia bertekad aktif berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan kapasitas yang ditawarkan APEC, khususnya di sektor teknologi dan kesehatan. Selain itu, pemberdayaan UMKM juga menjadi fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Advertisements

Salah satu strategi utama untuk mencapai kemajuan adalah dengan memaksimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, termasuk pertanian. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia menargetkan swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun. Beliau optimis bahwa, “AI memungkinkan kami meningkatkan produksi ke tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia merdeka,” menandakan keyakinan kuat pada potensi teknologi untuk merevolusi sektor pangan dan mencapai ketahanan nasional.

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia mengalami kerugian finansial sebesar Rp 133 triliun per tahun akibat judi online saat forum APEC di Korea Selatan. Beliau menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi kejahatan trans-nasional seperti penyelundupan, korupsi, dan narkotika, yang merugikan Indonesia secara signifikan.

Presiden Prabowo mengakui tantangan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Ia menekankan perlunya peningkatan kualitas pendidikan dan partisipasi aktif dalam program APEC, khususnya di bidang teknologi dan kesehatan, serta pemberdayaan UMKM. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor pertanian juga menjadi strategi utama untuk mencapai swasembada pangan dalam empat tahun ke depan.

Advertisements