Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia: kehormatan menjadi negara pertama yang diizinkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memiliki lahan di kota suci Makkah. Di lahan istimewa ini, direncanakan pembangunan sebuah kompleks yang dikenal sebagai Kampung Haji, sebuah proyek ambisius yang akan diwujudkan melalui investasi strategis dari Danantara Indonesia.
Pernyataan penting ini disampaikan oleh Prabowo dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro, yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2) lalu. Momen tersebut menjadi saksi penegasan komitmen Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrahnya.
“Ini adalah pertama kali dalam sejarah, pemerintah Kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Makkah,” tegas Prabowo, menyoroti betapa istimewanya kepercayaan yang diberikan. Ia menambahkan bahwa Arab Saudi bahkan secara khusus mengubah undang-undang mereka sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa Indonesia. Fenomena ini telah memicu keinginan serupa dari banyak negara lain yang kini juga bercita-cita memiliki perkampungan haji di Tanah Suci.
Prabowo merinci bahwa Kampung Haji akan didesain untuk menampung sekitar seribu kamar pada tahap awal pembangunan, dengan rencana pengembangan bertahap untuk memenuhi kebutuhan yang semakin besar. Ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan hunian yang layak serta pelayanan yang prima bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Lebih dari itu, Prabowo bertekad untuk menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji, memastikan agar lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Nanti dijamin semua jemaah akan mendapat hunian yang layak, tempat yang baik. Tidak usah ragu-ragu lagi tidak boleh ada macam-macam lagi, pelayanannya akan terbaik, dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” janjinya, memberikan harapan baru bagi jutaan calon jemaah di tanah air.
Visi ini mulai terwujud nyata ketika Danantara Indonesia pada akhir tahun lalu secara resmi mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City serta 14 bidang tanah dengan total luas 4,4 hektare di dalam kawasan Thakher City. Lokasi yang strategis, hanya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah, menjadi nilai tambah yang signifikan. Area ini direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu, secara khusus dirancang untuk melayani kebutuhan jemaah haji Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai proyek Kampung Haji.
Perjanjian akuisisi monumental ini ditandatangani antara Danantara Asset Manajemen dan Thakher Development Company. Saat ini, Novotel Makkah Thakher City telah beroperasi dengan 1.461 kamar. Sementara itu, bidang-bidang tanah yang diakuisisi di kawasan tersebut akan dikembangkan dalam sebuah master plan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan modern, area ritel, dan beragam sarana pendukung lainnya, semuanya selaras dengan kerangka pengembangan urban di Kota Makkah.
Rosan P. Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyatakan dalam siaran pers pertengahan Desember lalu bahwa perjanjian ini menjadi fondasi awal bagi keterlibatan jangka panjang Danantara di sektor perhotelan Arab Saudi. “Penandatanganan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengamankan aset-aset strategis yang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah,” ujarnya, menekankan pentingnya investasi ini.
Danantara mengidentifikasi kebutuhan yang sangat besar terhadap area pemukiman bagi jemaah haji Indonesia. Data menunjukkan bahwa jumlah jemaah umrah mencapai dua juta orang per tahun, dan jemaah haji rata-rata di atas 200 ribu orang. Dengan kebutuhan masif ini, investasi aset hotel dan bidang tanah di Thakher City memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan kapasitas hingga 5.000 kamar hotel di masa depan.
Kendati demikian, menurut Rosan, pengembangan kawasan terpadu ini akan dilaksanakan berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi yang ketat, serta standar tata kelola yang hati-hati. Pembangunan juga akan dilakukan secara bertahap, meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian akuisisi yang telah diteken.
Danantara juga menjelaskan bahwa transaksi akuisisi ini didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra pengembangan lokal strategis. Kemitraan ini membawa keahlian pasar serta pengalaman pengembangan di Makkah, ditujukan untuk memastikan keselarasan penuh dengan regulasi yang berlaku, praktik pengembangan terbaik, serta pertimbangan perencanaan jangka panjang di Kerajaan Arab Saudi.
Kajian awal menunjukkan bahwa pengembangan aset-aset yang diakuisisi ini berpotensi besar untuk mendukung penyediaan akomodasi dan layanan unggulan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Tentu saja, hal ini bergantung pada studi teknis yang komprehensif serta pemenuhan seluruh proses regulasi yang berlaku dari waktu ke waktu.
Perjanjian ini menandai langkah awal dalam strategi pengembangan jangka panjang Danantara, menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk tahapan selanjutnya, termasuk pengembangan lebih lanjut, konstruksi, operasional perhotelan, serta layanan pendukung lainnya. Seluruh tahapan pengembangan ini akan dilaksanakan melalui koordinasi erat dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia, sejalan dengan proses perizinan dan tata kelola yang berlaku.
Danantara Indonesia juga tengah berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) dalam proses penawaran (bidding) yang sedang berjalan. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tahapan pertama pengembangan kerja sama jangka panjang yang strategis dan penuh harapan ini.