Nilai tukar rupiah diproyeksikan akan terus menghadapi tekanan pelemahan terhadap dolar AS pada hari ini. Pergerakan mata uang domestik ini sangat dipengaruhi oleh dua sentimen utama: penantian rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 serta menguatnya dolar AS di pasar global.
Investor cenderung menahan diri (wait and see) menantikan pengumuman data produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2025 yang dijadwalkan siang ini. Data makroekonomi ini sangat krusial karena berpotensi besar memengaruhi sentimen pasar dan arah pergerakan rupiah. Sentimen global yang diwarnai penguatan indeks dolar AS juga diperkirakan akan turut menekan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengonfirmasi pandangan tersebut. Kepada Katadata.co.id pada Rabu (5/11), Lukman menjelaskan bahwa pasar akan fokus pada rilis data PDB kuartal III Indonesia. Ia memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.650 per dolar AS hingga Rp 16.750 per dolar AS.
Lukman juga menambahkan bahwa rupiah masih akan merasakan tekanan dari kondisi global, terutama akibat penguatan indeks dolar AS yang berkelanjutan. “Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan dolar AS yang kembali menguat. Rupiah akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas,” ujar Lukman.
Mencerminkan tekanan yang ada, berdasarkan data Bloomberg pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp 16.732 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 24 poin atau 0,14% dari posisi penutupan sebelumnya.
Senada dengan perkiraan di atas, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, juga memproyeksikan pergerakan yang serupa. Fikri memperkirakan rupiah kemungkinan akan bergerak tipis hari ini, dengan potensi depresiasi menuju level Rp 16.715 per dolar AS.
Fikri menambahkan bahwa data PDB kuartal III 2025 diperkirakan akan menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 5,01% secara tahunan, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Prediksi ini berpotensi menambah kekhawatiran pasar terhadap laju ekonomi domestik.
Selain itu, investor juga memantau perkembangan di Amerika Serikat, khususnya data ADP Non-Farm Employment Change yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan. Data bulanan ini, yang mencatat perubahan jumlah pekerja di sektor swasta AS, merupakan indikator awal yang penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja dan seringkali menjadi pemicu penguatan dolar AS jika hasilnya positif.
Ringkasan
Nilai tukar rupiah diprediksi akan melemah terhadap dolar AS, dipengaruhi oleh penantian data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 dan penguatan dolar AS global. Investor cenderung wait and see menantikan rilis data PDB kuartal III yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi ke level 5,01%.
Analis memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.650 hingga Rp 16.750 per dolar AS, dengan tekanan dari penguatan indeks dolar AS. Selain itu, pasar juga memantau data ADP Non-Farm Employment Change AS yang berpotensi memicu penguatan dolar jika hasilnya positif.