Sejak Awal Tahun IHSG Melesat 19 Persen, Market Cap Tembus Rp 15.300 Triliun

Kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan geliat yang impresif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan hampir 19 persen. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti perkembangan signifikan yang terjadi, tidak hanya pada indeks namun juga pada nilai transaksi dan jumlah investor yang kian bertumbuh.

Advertisements

Dalam acara daring Medan Sharia Investor City 2025 pada Jumat (21/11), Jeffrey Hendrik merinci bahwa pertumbuhan IHSG yang membanggakan tersebut didukung oleh lonjakan nilai kapitalisasi pasar. “Sepanjang tahun ini, kapitalisasi pasar kita telah mencapai angka fantastis Rp 15.300 triliun,” ungkapnya. Data per 21 November 2025 juga menunjukkan nilai transaksi harian yang mencapai Rp 16,9 triliun, mengukuhkan dinamika positif di pasar saham domestik.

Tak hanya itu, antusiasme investor turut menjadi motor penggerak pertumbuhan ini. Jumlah investor di pasar modal Indonesia kini telah menembus angka 19,5 juta. Prestasi ini menempatkan Bursa Efek Indonesia dalam jajaran 20 bursa terbesar di dunia sekaligus menjadikannya bursa terbesar di kawasan ASEAN. Pencapaian ini menandakan kepercayaan dan minat yang tinggi terhadap investasi di Indonesia.

Pasar Modal Syariah

Advertisements

Di tengah pesatnya perkembangan pasar modal nasional, sektor pasar modal syariah juga menunjukkan performa yang tak kalah cemerlang. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara khusus menyoroti Sumatera Utara (Sumut) sebagai provinsi terdepan dalam pertumbuhan jumlah investor syariah di Indonesia, menandai pergeseran signifikan dalam lanskap investasi syariah.

Jeffrey Hendrik menambahkan bahwa pasar modal syariah di Indonesia kini telah memasuki fase pertumbuhan yang matang. Ia menekankan bahwa fokus kini bukan lagi pada perdebatan hukum fikih seputar halal-haram. Seluruh rangkaian proses investasi, mulai dari pembukaan rekening, pelaksanaan transaksi, hingga sistem kliring, telah didukung oleh landasan syariah yang kokoh dan jelas. “Kita patut bersyukur, pasar modal syariah Indonesia kini tidak lagi berkutat pada debat fikih. Dengan lebih dari 11 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang terlibat, ekosistem ini semakin solid,” jelas Jeffrey.

Provinsi Sumatera Utara memang tampil menonjol dalam geliat investasi syariah. Wilayah ini tercatat sebagai daerah dengan peningkatan investor syariah tertinggi, mencapai rata-rata pertumbuhan 30 persen per tahun selama lima tahun terakhir. Angka ini mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat Sumut terhadap instrumen investasi berbasis syariah.

Secara lebih luas, kinerja investor di Sumatera Utara secara keseluruhan juga membanggakan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan jumlah pemodal sebesar 23,6 persen secara year-on-year (yoy), dengan total mencapai sekitar 736 ribu investor. Tidak hanya itu, nilai aset investasi di Sumut juga fantastis, menembus angka Rp 21,7 triliun. Capaian ini secara gemilang menempatkan Sumatera Utara sebagai provinsi dengan nilai aset investasi terbesar di luar Pulau Jawa, menegaskan potensinya sebagai pusat ekonomi dan investasi yang prospektif.

Ringkasan

Pada tahun 2025, pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan IHSG melonjak hampir 19% dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.300 triliun. Nilai transaksi harian juga mencatatkan angka positif, mencapai Rp 16,9 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh antusiasme investor yang meningkat, dengan jumlah investor menembus angka 19,5 juta.

Pasar modal syariah juga mengalami pertumbuhan pesat, dengan Sumatera Utara menjadi provinsi terdepan dalam peningkatan jumlah investor syariah. Investasi syariah di Indonesia telah melewati perdebatan fikih dan didukung oleh ekosistem yang solid dengan lebih dari 11 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang terlibat. Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan investor syariah tertinggi, mencapai 30% per tahun selama lima tahun terakhir.

Advertisements