IHSG Melesat 1,11%, Saham DSSA, BREN, dan Big Banks Jadi Motor Penggerak
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
IHSG diprediksi volatil pada 29 Mei 2026 akibat rebalancing MSCI. Meski ada tekanan, pasar dinilai akan lebih stabil ke depan.
Kenaikan BI Rate ke 5,25% diprediksi meningkatkan daya tarik investasi di pasar obligasi, memicu capital inflow ke instrumen pendapatan tetap SBN.
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan ini dengan volatilitas tinggi. Cermati saham MDKA, ULTJ, dan BTPN untuk potensi rebound teknikal.
IHSG menguat 1,10% ke 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah sepanjang pekan.
IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.
IHSG berisiko lanjut koreksi ke level 5.882 pada Jumat (22/5/2026). Sentimen ekspor komoditas satu pintu dan kenaikan BI Rate bayangi pasar.
Iding Pardi, calon Dirut BEI, berfokus memperkuat tata kelola dan seleksi IPO untuk meningkatkan kualitas pasar dan investor.
Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.