Penyebab IHSG Anjlok Pasca Libur: Dampak MSCI dan Pelemahan Rupiah
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
IHSG turun 0,87% ke 6.858,89 pada 12 Mei 2026, dipicu koreksi saham BREN, BYAN, dan ASII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.
IHSG diprediksi rentan koreksi pada 11 Mei 2026. Rekomendasi saham: AADI, BULL, INCO, MAPA dengan strategi “buy on weakness”. Target harga dan stoploss disediakan.
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
Fenomena sell in May menjadi sorotan di tengah rapuhnya sentimen global dan domestik, dengan IHSG berpotensi bergerak dalam kisaran 6.800 hingga 7.300.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
IHSG diprediksi melemah pekan ini, saham nikel dan CPO jadi andalan di tengah sentimen global. Rekomendasi saham: AADI, LSIP, SSIA.
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.