IHSG Anjlok Ikuti Tren Global, Ini Penjelasan Resmi Bos BEI
IHSG anjlok 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen global saat libur bursa. BEI sarankan investor fokus pada fundamental dan strategi investasi sesuai risiko.
IHSG anjlok 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen global saat libur bursa. BEI sarankan investor fokus pada fundamental dan strategi investasi sesuai risiko.
IHSG diprediksi rentan koreksi pada 11 Mei 2026. Rekomendasi saham: AADI, BULL, INCO, MAPA dengan strategi “buy on weakness”. Target harga dan stoploss disediakan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.
IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.
IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Babaumma sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.
Saham TRJA, GZCO, dan MRAT jadi top gainers meski IHSG turun 4,14% pada 13-17 Oktober 2025.
IHSG diprediksi menguat ke 8.017-8.102 meski sempat melemah. Cermati saham ARCI, ISAT, MDKA, dan TOBA untuk strategi “buy on weakness”. BEI adakan pertemuan terkait pasar.