Saham Infrastruktur Melesat: IHSG Rekor, Peluang Investasi?
Saham infrastruktur menguat didorong dana SWF Danantara, meski IHSG koreksi. Rotasi saham terjadi, dipicu kebijakan fiskal dan sentimen pasar positif.
Saham infrastruktur menguat didorong dana SWF Danantara, meski IHSG koreksi. Rotasi saham terjadi, dipicu kebijakan fiskal dan sentimen pasar positif.
IHSG diprediksi menguat hingga akhir pekan didukung sektor perbankan, energi, dan infrastruktur. Stabilitas ekonomi dan politik memperkuat tren positif ini.
IHSG dibuka menguat di level 8.201, saham CUAN, TOBA, dan RAJA naik. Sentimen positif dari kenaikan harga komoditas mendukung pergerakan indeks.
IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan, didukung penguatan rupiah, stimulus pemerintah, dan data ekonomi positif.
IHSG diprediksi menguat pekan depan dengan saham ASII, JSMR, hingga ICBP sebagai rekomendasi.
IHSG diproyeksi bertahan di atas 8.000 pada Q4 2025 meski ada depresiasi rupiah Babaumma sell asing. JP Morgan revisi target IHSG ke 8.600 dengan potensi arus modal asing.
IHSG diperkirakan bergerak sideways pada pekan depan di kisaran 7.970–8.070 karena minim sentimen baru, dengan saham industri unggul dan properti tertekan.
Reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo memicu penurunan IHSG 1,28%, terutama karena pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Investor cermati kebijakan baru.
IHSG diprediksi rawan koreksi pada perdagangan Senin (8/9/2025). Analis rekomendasikan buy on weakness untuk ADMR, ESSA, RAJA, dan speculative buy untuk GOTO.
IHSG pulih didukung surplus dagang RI US$4,2 miliar dan PMI manufaktur ekspansif 51,5. Kondisi politik kondusif turut mendorong perbaikan indeks.