Saham big caps TLKM hingga INCO jadi rem tahan pelemahan IHSG sepekan
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Babaumma buy asing signifikan.
IHSG melemah 0,68% ke 8.618,19 pada 18 Desember 2025, dipengaruhi saham konglomerat seperti AMMN dan CUAN. Saham perbankan besar justru menguat.
Pasar saham Indonesia menguat dengan IHSG mencapai rekor tertinggi 8.777 pada Desember 2025, didorong aliran dana asing dan peningkatan investor domestik.
IHSG menguat 0,06% ke 8.715,83 pada 9 Desember 2025, didorong saham Bakrie dan GOTO. Transaksi mencapai Rp1,03 triliun dengan 2,23 miliar saham diperdagangkan.
IHSG menguat ke 8.655,01 pada 3 Desember 2025, saham CDIA, MINA, dan IMJS melonjak. Sentimen positif dari Wall Street dan aksi beli asing mendukung.
IHSG 1 Desember 2025 diprediksi uji support 8.490, berpotensi rebound ke 8.552.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
IHSG diprediksi menguat pada 12/11/2025, dengan level resistance di 8.488-8.532. Saham ANTM, BMRI, BRPT, dan INDY direkomendasikan untuk dicermati.
IHSG diprediksi menguat hari ini, 24 Oktober 2025, dengan saham BBNI, UNTR, dan PGAS direkomendasikan beli.