IHSG Melemah 0,56% Sepekan, Simak Pergerakan Indeks di Level 6.127
IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
IHSG menguat 1,10% ke 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah sepanjang pekan.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG menguat 1,46% ke 7.609 pada 14 April 2026, didorong saham BREN, BBCA, dan TPIA. Penguatan didukung data ekonomi positif dan sentimen pasar.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
IHSG melemah 0,61% ke 7.048,22 pada 31 Maret 2026, dengan saham MEDC, BUMI, dan EMTK turun signifikan. Sektor energi menguat, sementara keuangan melemah.
IHSG jatuh di bawah 7.000 akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Analis prediksi volatilitas berlanjut, dengan support di 6.892 dan resistance di 7.482.
IHSG naik 1,5% ke 8.396, saham BUMI, BBCA, BIPI menguat. Pasar Asia positif pasca keputusan MA AS batalkan tarif Trump.
BEI menghentikan sementara perdagangan saham setelah IHSG turun 8% akibat sentimen MSCI. MSCI menyoroti masalah investasi dan potensi distorsi harga.
Eastspring Indonesia fokus alokasi aset pada sektor yang diuntungkan kebijakan pemerintah untuk strategi reksa dana saham 2026.