
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan yang berada di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu, semakin memperkuat dominasinya di sektor logistik. Langkah strategis ini diwujudkan melalui akuisisi entitas anak usaha PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), yakni PT ELPI Trans Cargo (ETC).
Aksi korporasi ini dilakukan melalui anak usaha TPIA, yaitu PT Chandra Shipping International (CSI), yang 100% sahamnya dimiliki oleh TPIA. Dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,3 miliar, CSI resmi menjadi pengendali baru bagi ETC.
Pasca-akuisisi, CSI kini menguasai 57,5% saham ETC atau setara dengan 17.250 lembar saham. Sementara itu, ELPI tetap mempertahankan sisa kepemilikan sebesar 42,5% atau sebanyak 12.750 lembar saham. Sebelumnya, seluruh kepemilikan saham ETC memang dipegang sepenuhnya oleh ELPI.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/5), Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa peralihan pengendalian ini efektif berlaku sejak 8 Mei 2026. Transaksi ini melibatkan pengalihan saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per lembar, sehingga total nilai nominal saham yang berpindah tangan mencapai Rp 17,25 miliar.
Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk mendukung keberlangsungan usaha ETC, khususnya dalam mempercepat pengembangan bisnis di sektor jasa offshore atau logistik lepas pantai. Masuknya CSI sebagai pemegang saham pengendali diharapkan mampu memacu ekspansi bisnis ETC seiring dengan meningkatnya permintaan di industri energi dan maritim.
Pihak manajemen ELPI menegaskan bahwa perubahan struktur pemegang saham ini tidak mengganggu operasional perusahaan. “Transaksi ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional perseroan, sehingga kegiatan usaha tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Wawan.
Kabar mengenai aksi korporasi ini mendapatkan respons positif dari pelaku pasar. Saham ELPI terpantau melonjak signifikan, yakni sebesar 22,70% ke level Rp 2.000 pada perdagangan hari ini. Sebelumnya, saham ELPI juga sempat menyentuh level auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,90% pada perdagangan kemarin. Secara keseluruhan, saham ELPI telah mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan 150% sejak awal tahun.
Sepanjang tahun ini, TPIA memang terlihat sangat aktif dalam melakukan akuisisi untuk memperluas portofolio bisnisnya. Selain merambah sektor logistik, berdasarkan data pemegang saham per 30 April 2026, TPIA diketahui memiliki 229,84 juta saham atau sekitar 4,88% dari total saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Ringkasan
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), resmi mengakuisisi 57,5% saham PT ELPI Trans Cargo (ETC) dari PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) senilai Rp 17,3 miliar. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat sektor logistik lepas pantai sekaligus mendukung percepatan pengembangan bisnis ETC di industri energi dan maritim.
Manajemen ELPI menyatakan bahwa peralihan pengendalian yang efektif sejak 8 Mei 2026 ini tidak mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Aksi korporasi tersebut direspons positif oleh pasar, terlihat dari lonjakan signifikan pada harga saham ELPI yang mencatatkan kenaikan performa hingga 150% sejak awal tahun.