Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pemberlakuan tarif dagang resiprokal terhadap negara-negara mitra merupakan instrumen krusial untuk mendorong kemajuan ekonomi Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato tahunan kepada kongres di Gedung Capitol, Washington, D.C., pada Selasa (24/2) waktu setempat, yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi The White House.
Menurut Trump, kebijakan tarif perdagangan ini adalah strategi multifaset untuk memperkuat industri domestik, secara signifikan meningkatkan penerimaan negara, serta memacu arus investasi dan penciptaan lapangan kerja di AS. Ia meyakini bahwa kesepakatan tarif yang terjalin dengan berbagai negara berpotensi menggantikan sebagian peran pajak dalam sistem penerimaan negara, yang pada gilirannya dapat meringankan beban keuangan masyarakat AS. Dengan demikian, ia memproyeksikan bahwa gelombang pabrik baru, lapangan kerja, investasi, dan triliunan dolar akan terus mengalir ke AS berkat implementasi kebijakan tarif dagang resiprokal ini.
Dalam kesempatan tersebut, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa ia menjalankan prinsip “America First“, memastikan bahwa seluruh kebijakan ekonomi, perdagangan, dan investasi diarahkan untuk mengonsolidasikan industri domestik serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga AS. “Akhirnya kita memiliki seorang presiden yang menempatkan Amerika sebagai prioritas utama. Saya menempatkan Amerika di urutan pertama. Saya mencintai Amerika,” ungkap Trump, menegaskan komitmennya.
Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa efek pemberlakuan tarif dagang resiprokal turut berperan besar dalam lonjakan kinerja ekonomi AS belakangan ini. Ia bahkan menyebut kebijakan tarif ini telah memicu perubahan ekonomi nasional yang diklaim sebagai yang terbesar dalam sejarah AS. Sebagai bukti, ia menyoroti pencapaian indeks saham utama seperti Dow Jones yang berhasil menembus level 50 ribu, empat tahun lebih cepat dari proyeksi awal. Selain itu, indeks S&P 500 juga disebut-sebut melampaui ekspektasi dengan mencapai 7.000 poin.
Trump menegaskan bahwa capaian luar biasa tersebut tidak terlepas dari peran aktif kebijakan tarif yang ia jalankan. “Saya menggunakan tarif ini untuk menghasilkan ratusan miliar dolar untuk membuat kesepakatan besar bagi negara kita, baik secara ekonomi maupun atas dasar keamanan nasional,” ujarnya. Pengenaan tarif perdagangan resiprokal ini, imbuhnya, telah memaksa negara-negara yang selama puluhan tahun dinilai mengambil keuntungan dari AS kini harus menanggung konsekuensi finansial melalui pembayaran ratusan miliar dolar kepada pemerintah Amerika Serikat.
Kondisi ini, menurut Trump, adalah bukti nyata bahwa kebijakan tarif yang diterapkan berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil konkret bagi negara. “Negara-negara yang telah menipu kita selama beberapa dekade sekarang membayar kita ratusan miliar dolar,” tegasnya. Pada momen yang sama, Trump juga menanggapi putusan Mahkamah Agung AS atau Supreme Court yang dinilai membatasi kewenangan pemerintah dalam menerapkan tarif dagang.
Politikus Partai Republik itu kembali menegaskan bahwa pengenaan tarif telah menghasilkan pemasukan ratusan miliar dolar sekaligus memperkuat posisi ekonomi dan keamanan nasional AS. Meski ada putusan tersebut, Trump memastikan bahwa kebijakan tarif yang telah disepakati antara AS dengan sejumlah negara mitra akan tetap diberlakukan. Penerapannya akan didasarkan pada aturan hukum alternatif yang telah diuji dan disetujui sebelumnya, tanpa memerlukan persetujuan tambahan dari kongres. “Tarif-tarif tersebut akan tetap berlaku melalui dasar hukum alternatif yang telah diuji dan disetujui sepenuhnya,” pungkas Trump, memberikan kepastian hukum atas keberlanjutan kebijakannya.