Cara Mengawinkan Kelinci Agar Cepat Hamil

Cara Mengawinkan Kelinci Agar Cepat Hamil

Cara Mengawinkan Kelinci Dalam budidaya kelinci pasti tidak bisa lepas dari proses mengawinkan kelinci Jantan dengan Betina maupun sebaliknya. Namun perlu diingat meski Kelinci telah dicap sebagai playboy lantaran ketangguhannya dalam bercinta dengan lawan jenisnya. Tentu dalam proses pembudidayaannya juga dibutuhkan pengetahuan ketika hendak mengawinkan keduanya agar mendapatkan hasil maskimal.

Dalam praktek mengawinkan kelinci betina dan pejantan sebetulnya terbilang mudah, namun bagi pemula pasti kesulitan.

Para pemula biasanya sering ngawur dalam mengawinkan kelinci miliknya. Oleh karena itu, agar proses perkawinan kelinci ini dapat berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan, kenali dulu ciri – ciri sedang birahi dan siap kawin dan ikuti aturan berikut ini.

Cara Mengawinkan Kelinci

Berikut beberapa pedoman penting dalam mengawinkan pasangan kelinci.

1. Kelinci pejantan dan betina sebaiknya di tempatkan pada kandang terpisah dan ukuran kandang setidaknya minamal 50 cm atau lebih, hal ini untuk memudahkan proses perkawinan.

2. Sebelum proses perkawinan dimulai pastikan kedua pasang kelinci sudah dewasa, kurang lebih usianya minimal 6 bulan ke atas dan sedang birahi.

3. Kemudian bopong Kelinci Betina dengan lembut ke kandang pejantan, bukan betina dibopong ke kandang pejantan. Ingat jangan sampai terbalik ya. Sebab bila salah maka kelinci pejantan tidak akan mengawini betina, yang ada si pejantan hanya akan mengendus kandang barunya untuk beradaptasi.

4. Setelah kelinci betina disatukan dengan pejantan lalu biarkan sesaat, biasanya mereka akan melakukan cumbuan kemudian akan melangsungkan perkawinan. Namun terkadang diawal-awal si betina akan dikejar-kejar pejantan hingga akhirnya terjadi perkawinan.

5. Saat penetrasi penis si pejantan butuh beberapa saat untuk mencapai orgasme. Hal paling penting untuk memastikan proses berkawin berhasil dengan kata lain tepat sasaran dapat dilihat pada saat pejantan orgasme umumnya akan mengangkat kaki belakangnya dan mengeluarkan bunyi “ngiiiik” yang cuku keras.

6. Apabila terjadi perkawinan sekali sebaiknya diamkan dulu beberapa saat hingga terjadi perkawinan kedua kalinya. Kemudian kembalikan kelinci betina ke kandang semula.

7. Besoknya si betina tidak perlu dikawinkan kembali, di hari ketiga biasanya si betina sudah hamil dan tunggulah hingga melahirkan.

8. Untuk memastikan apakah kelinci betina sudah hamil atau belum cobalah satu minggu setelah dikawinkan si betena kawinkan kembali dengan pejantan. Jika mau kawin berati belum hamil, namun hati-hati karena tidak semua kelinci betina hamil menolak kawin.

9. Waktu terbaik mengawinkan Kelinci yaitu pada pagi hari antara jam 06.00 – 08.00 atau sore hari  hingga malam hari dari jam 16.00 – 21.00.

Setelah berhasil mengawinkan kelinci jantan dengan kelinci betina, anda juga perlu mengetahu penyebab kelinci betina gagal hamil. Hal ini diperlukan agar dapat meminimalisir faktor – fator yang membuat kelinci tidak hamil.

Akhir Kata

Demikian tips cara mengawinkan kelinci jantan dan betina. Pemilihan indukan kelinci yang berkualitas juga wajib dilakukan agar mendapatkan anakan yang berkualitas. Bagaimana,, cukup mudah bukan.!

Check Also

Ciri - Ciri Kelinci Dutch dan Harganya

Ciri – Ciri Kelinci Dutch dan Harganya

Ciri – Ciri Kelinci Dutch – Kelinci saat ini telah menjelma menjadi hewan peliharaan favorit …