5 Tahapan Perkembangbiakan Kehidupan Kelinci

5 Tahapan Perkembangbiakan Kehidupan Kelinci

Tahapan Perkembangbiakan Kehidupan Kelinci Kelinci banyak dijadikan hewan peliharaan kesayangan, lantaran bentuk dan tigkahnya yang lucu dan menggemaskan. Selain itu, kelinci juga sangat produktif dalam berkembang biak. Kelinci sangat mudah dikawinkan dengan masa kehamilan yang sangat singkat yakni hanya 1 bulanan dengan jumlah anakan bisa mencapai 10 ekor dalam satu kali kelahiran. Wow..!

Bagi anda para Pecinta Kelinci Indonesia dan peternak kelinci sebaiknya memahami tentang reproduksi dan tahapan kehidupan kelinci sesungguhnya, agar wawasan dan pengetahuan kita terhadap hewan yang juga disebut terwelu atau rabbit ini makin luas.

5 Tahapan Perkembangbiakan Kehidupan Kelinci

Berikut perjalanan kehidupan seekor kelinci.

1. Face Neonatal

Kelinci merupakan hewan mamalia, artinya ia mulai berkembang sejak di dalam rahim induknya. Kehidupan Kelinci bermula dari sebuah telur dari ovarium induk betina yang dibuahi oleh sperma dari kelinci pejantan yang disebut zigot.

Sel telur yang telah dibuahi itulah kemudian membelah menjadi blastokis (blastocyst). Blastokis itu lalu berubah menjadi embrio dan terus berkembang sampai masa kelahiran tiba. Induk kelinci betina membutuhkan waktu sekitar 31 hari mulai pembuahan sampai melahirkan.

2. Face Post natal

Bayi kelinci yang baru saja lahir dalam kedaan telanjang bulat tanpa bulu, buta dan tuli. Bayi kelinci sepenuhnya bergantung pada induk mereka. Jadi anda tak perlu cemas jika melihat induk rabbit ini jarang menemani anak-anaknya. Hal ini sama halnya dengan anjing maupun kucing jadi indukan tidak akan senantiasa menemani bayinya di sarang sebab indukan tidak mau menarik perhatian hewan predator mendekat ke sarang.

Induk kelinci akan menyusui bayi sebanyak satu atau 2 kali setiap hari dan biasanya di malam hari. Untuk memastikan apakah bayinnya mendapatkan asupan air susu dari induknya, perhatikan pada perut bayinya bila perut bayi berisi berarti disusui namun sebaliknya jika perutnya kempes bahkan kulitnya tampak keriput berarti tidak menerima asupan asi dari induknya.

3. Masa penyapihan

Bayi kelinci biasanya mulai keluar sarang pada usia 3 mingguan. Pada umur tersebut akan mulai belajar makan rumput, namun anakan terus disusui oleh induknya hingga anakan berumur 45 harian. Nah pada hari ke 45 tersebut indukan mulai enggan menyusuinya lagi dan anakan pun sudah bisa mandiri.

4. Meninggalkan sarang

Baby-baby kelinci tersebut biasanya akan mulai meningglkan sarang pada usia 7 mingguan atau 45 harian. Pada saat ini anakan kelinci sudah betul-betul mandiri dan akan segera meinggalkan indukan dan menemukan wilayahnya sendiri. Kelinci juga merupakan hewan soliter. Walaupun untuk kelinci muda masih tetap bersama-sama dalam kurun waktu yang lama hingga kemudian akan menemukan sarang dan jalan hidup mereka sendiri.

5. Kematangan seksual

Kelinci umumnya akan mencapai matang kelamin atau seksual pada usia 5 bulanan. Nah, pada masa ini biasanya mereka mulai birahi dan siap untuk kawin dan berkembang biak. Pada proses kawin kelinci pejantan kerap berkelahi dengan pejantan lain demi mendapatkan pasangan hidupnya. Nah, bagi pejantan yang menang menaklukan pejantan lain ia akan mulai merayu mendekati betina dengan tarian unik hingga terjadilah perkawinan.

Akhir Kata

Itulah dia 5 tahapan kehidupan kelinci yang perlu diketahui para rabbit lovers. Hingga saat ini binatang peliharaan dengan ciri khas kuping panjang nan lucu ini terus menjadi peliharaan favorit banyak orang di tanah air.

Check Also

Ciri - Ciri Kelinci Dutch dan Harganya

Ciri – Ciri Kelinci Dutch dan Harganya

Ciri – Ciri Kelinci Dutch – Kelinci saat ini telah menjelma menjadi hewan peliharaan favorit …