Harga buyback emas Antam naik 79,85% hingga Senin (29/12)

JAKARTA – Harga buyback emas Antam menunjukkan performa yang mengesankan, dengan kenaikan signifikan lebih dari 70% hingga Senin (29/12/2025). Angka ini menjadi sorotan utama bagi para investor dan pelaku pasar.

Advertisements

Menurut data terbaru dari Logam Mulia pada Senin (29/12/2025), harga buyback emas Antam memang mengalami koreksi minor, turun Rp9.000 menjadi Rp2.455.000. Penurunan ini terjadi setelah harga pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka Rp2.464.000 pada hari sebelumnya.

Namun demikian, jika dilihat secara keseluruhan sepanjang tahun berjalan, performa harga buyback emas Antam tetap cemerlang. Komoditas ini tercatat menguat sangat signifikan hingga 79,85%, menunjukkan potensi keuntungan besar bagi para investor yang telah memegang emas dalam jangka waktu lebih panjang.

Sebagai informasi, buyback emas adalah transaksi di mana investor menjual kembali kepemilikan emasnya, baik itu dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. Meskipun harga yang ditawarkan untuk buyback umumnya lebih rendah dari harga jual emas pada saat yang sama, namun demikian, transaksi ini tetap bisa menghasilkan keuntungan signifikan apabila terdapat selisih harga beli awal yang cukup besar dengan harga buyback saat penjualan.

Advertisements

Penting bagi investor untuk memahami regulasi terkait pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan kepada Antam dengan nominal transaksi melebihi Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Perlu dicatat bahwa PPh 22 ini akan dipotong langsung dari total nilai buyback.

Pergerakan harga buyback emas Antam ini, tentu saja, tidak terlepas dari dinamika harga logam mulia di pasar global.

Sebelumnya, Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, melalui pemberitaan Bisnis, pernah menjelaskan bahwa harga emas mulia global ditutup pada level US$4.531 per troy ounce, sementara harga logam mulia domestik berada di kisaran Rp2,62 juta per gram.

Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia mengalami penurunan pada hari Senin, ada kemungkinan besar akan terkoreksi ke level support pertama, yakni US$4.509 per troy ounce untuk emas global dan Rp2,6 juta per gram untuk logam mulia domestik, seperti yang disampaikannya pada Minggu (28/12/2025).

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi bahwa jika tekanan jual berlanjut hingga hari Rabu, level support kedua untuk harga emas global akan berada di US$4.487 per troy ounce, sementara untuk emas domestik akan mencapai Rp2,57 juta per gram.

Di sisi lain, apabila terjadi penguatan, level resistance kedua diperkirakan akan berada di antara US$4.570 hingga US$4.600 untuk harga emas global, dan Rp2,7 juta per gram untuk harga emas domestik.

Melihat proyeksi ini, Ibrahim optimis bahwa hingga akhir tahun, harga logam mulia berpeluang besar untuk menyentuh, atau setidaknya mendekati, level Rp2,7 juta per gram.

Advertisements