Kapan bos baru The Fed pengganti Jerome Powell diumumkan? Begini kata Trump

Babaumma – JAKARTA – Mantan Presiden AS Donald Trump kembali menyulut spekulasi panas seputar masa depan kepemimpinan Federal Reserve (The Fed). Trump mengisyaratkan bahwa ia telah memiliki kandidat pilihan untuk mengisi posisi Ketua The Fed selanjutnya, sembari secara terbuka mempertimbangkan kemungkinan untuk memecat Jerome Powell, Kepala The Fed yang saat ini menjabat. “Ya, masih. Belum berubah [kemungkinan]. Saya akan mengumumkan pada waktu yang tepat. Masih banyak waktu,” ujar Trump dalam sebuah konferensi pers pada Senin (29/12/2025), sebagaimana dilansir Bloomberg.

Advertisements

Trump tidak menyembunyikan ketidakpuasannya terhadap Powell, bahkan menyatakan bahwa Kepala The Fed tersebut seharusnya mengundurkan diri. Mantan Presiden AS itu menegaskan kembali keinginannya untuk memecat Powell, sebuah langkah yang hampir ia lakukan pada Juli lalu. Kala itu, Trump mengurungkan niatnya setelah pasar keuangan bereaksi negatif. Namun, ancaman pemecatan itu kini kembali mengemuka. “Mungkin saya masih akan melakukannya [memecat Powell],” tegas Trump, mengindikasikan bahwa opsi tersebut tetap terbuka.

Meski Trump belum menyebutkan secara gamblang siapa kandidat terdepannya, ia menjanjikan pengumuman akan dilakukan sekitar Januari 2026. Sejumlah nama besar telah muncul dalam bursa calon Ketua The Fed. Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional, diprediksi sebagai kandidat terdepan. Selain itu, Trump juga diketahui menaruh minat pada Kevin Warsh, mantan gubernur The Fed. Nama-nama lain yang masuk dalam daftar finalis termasuk gubernur The Fed saat ini, Christopher Waller dan Michelle Bowman, serta Rick Rieder dari BlackRock, menambah panjang daftar potensial pengganti Powell.

Pernyataan Trump mengenai proses pengambilan keputusan untuk kepala bank sentral yang baru memang seringkali samar dan kontradiktif. Ia pernah menyatakan telah mempersempit daftar kandidat menjadi satu nama, namun kemudian kembali mempertimbangkan beberapa figur dan bahkan memberikan pujian kepada sejumlah nama dalam daftar pendek tersebut. Inkonsistensi ini menambah ketidakpastian seputar siapa yang pada akhirnya akan dipilih untuk memimpin The Fed.

Advertisements

Trump memang dikenal sebagai kritikus vokal Powell, meskipun ia sendiri yang memilihnya untuk memimpin bank sentral selama masa jabatan pertamanya. Kekecewaan utama Trump terletak pada kebijakan suku bunga The Fed. Ia secara konsisten mengindikasikan bahwa ia menginginkan ketua The Fed berikutnya untuk lebih agresif dalam memangkas suku bunga, dengan tujuan utama untuk menurunkan biaya kredit perumahan yang membebani masyarakat.

Padahal, bank sentral sebenarnya telah menurunkan suku bunga pada setiap tiga pertemuan terakhirnya. Namun, hal ini tampaknya belum cukup bagi Trump. Para pejabat The Fed sendiri mengisyaratkan pada Desember bahwa mereka kemungkinan hanya akan melakukan satu kali pemotongan suku bunga lagi sepanjang tahun 2026, sebuah prospek yang jelas bertolak belakang dengan keinginan Trump untuk pendekatan yang lebih agresif.

Bukan hanya kebijakan suku bunga, Trump bahkan mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan ketidakkompetenan berat terhadap Powell. Gugatan ini terkait dengan proyek renovasi yang sedang berlangsung di kantor The Fed. Di tengah gempuran kritik ini, masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei 2026, sementara masa jabatannya di Dewan Gubernur The Fed baru akan purna pada tahun 2028.

Hingga kini, Powell belum memberikan indikasi apakah ia akan mengundurkan diri saat masa jabatannya sebagai ketua The Fed berakhir pada 2026. Keputusan ini sangat krusial; jika Powell memilih untuk tetap menjabat di Dewan Gubernur hingga 2028, hal itu secara efektif akan menghalangi Trump untuk menunjuk anggota baru lainnya di dewan The Fed, sehingga membatasi pengaruhnya terhadap arah kebijakan bank sentral.

Advertisements