Kualitas udara Tangsel terburuk di RI pagi ini, masuk kategori tak sehat

Pada Selasa (30/12) pagi, masyarakat di Kota Tangerang Selatan, Banten, kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: wilayah mereka menduduki puncak daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Berdasarkan pantauan situs IQAir pada pukul 07.04 WIB, indeks AQI Tangerang Selatan tercatat mencapai 167, yang secara tegas menempatkannya dalam kategori tidak sehat.

Advertisements

Kondisi kualitas udara tidak sehat ini bukan sekadar angka, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan. Seperti diungkapkan IQAir, paparan terhadap udara semacam ini dapat memicu efek kesehatan yang merugikan bagi masyarakat umum. Namun, dampaknya jauh lebih serius terasa pada kelompok sensitif, meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru, yang sangat rentan mengalami gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

Menyikapi situasi yang mengkhawatirkan ini, IQAir memberikan saran penting agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Senada dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara konsisten mengimbau penggunaan masker, khususnya bagi mereka yang harus beraktivitas di area dengan tingkat pencemaran udara tinggi. Langkah-langkah pencegahan ini esensial untuk melindungi diri dari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi udara.

Baca juga:

  • Kualitas Udara Tangsel Terburuk di RI Pagi Ini, Masuk Kategori Tak Sehat
Advertisements

Tidak hanya Tangerang Selatan, beberapa kota besar lain di Indonesia juga menunjukkan kondisi kualitas udara yang memprihatinkan, meskipun sedikit lebih baik. Berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk yang tercatat pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, dengan poin AQI 167 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Bandung, dengan poin AQI 148 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  3. Serpong, dengan poin AQI 115 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  4. Surabaya, dengan poin AQI 111 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Medan, dengan poin AQI 99 atau dalam kategori sedang

Di tengah sorotan buruknya kualitas udara di beberapa wilayah, kabar baik datang dari Palangkaraya yang mencatatkan kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 27. Kondisi udara yang relatif baik ini juga terpantau di Bekasi dengan poin AQI 30, serta di Badung dengan poin AQI 50, menunjukkan adanya perbedaan signifikan di berbagai daerah.

Beralih ke skala global, ada kota-kota yang berhasil mempertahankan kualitas udara terbaik. Manila di Filipina memimpin dengan poin AQI 0 yang sempurna, mengindikasikan udara yang sangat bersih. Diikuti oleh Detroit, Amerika Serikat, dengan poin AQI 7, dan Oslo, Norwegia, dengan poin AQI 9. Ketiga kota ini secara konsisten menunjukkan kualitas udara yang baik, jauh berbeda dari kondisi di banyak belahan dunia lain.

Ironisnya, di sisi lain, krisis polusi udara global juga semakin nyata. Pagi ini, daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk dipimpin oleh Delhi, India, yang mencatat poin AQI 362—suatu angka yang menempatkannya dalam kategori berbahaya. Berikut adalah jajaran kota-kota dengan udara paling tercemar di dunia:

  1. Delhi, India, dengan poin AQI 362 atau dalam kategori berbahaya
  2. Karachi, Pakistan, dengan poin AQI 233 atau dalam kategori sangat tidak sehat
  3. Kolkata, India, dengan poin AQI 190 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Sarajevo, Bosnia Herzegovina, dengan poin AQI 187 atau dalam kategori tidak sehat
  5. Wuhan, Cina, dengan poin AQI 184 atau dalam kategori tidak sehat

Untuk memahami angka-angka di atas, penting untuk mengenal Indeks Kualitas Udara (AQI). AQI adalah ukuran standar yang menggambarkan konsentrasi polutan udara, khususnya partikel halus PM 2,5, dan mengklasifikasikan kualitas udara ke dalam beberapa kategori. Kategori Baik mencakup rentang PM 2,5 0-50, sedangkan kategori Sedang berada pada rentang 51-100. Adapun Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif didefinisikan pada rentang PM 2,5 101-150.

Lebih lanjut, kondisi Tidak Sehat tercatat jika PM 2,5 berada di rentang 151-200. Kemudian, kategori Sangat Tidak Sehat, yang berkisar antara 200-299, menunjukkan potensi kerugian kesehatan yang signifikan bagi sebagian besar populasi yang terpapar. Paling ekstrem, kategori Berbahaya, dengan PM 2,5 mencapai 300-500, menandakan ancaman serius dan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang parah bagi seluruh populasi. Pemahaman terhadap kategori-kategori ini krusial untuk menilai risiko dan mengambil langkah perlindungan yang tepat.

Advertisements