Kualitas udara Tangsel, Serpong dan Bandung tercatat tidak sehat pagi ini

Kualitas udara di Tangerang Selatan kembali mencapai tingkat tidak sehat pagi ini, Rabu (7/1). Tak hanya Tangerang Selatan, kondisi serupa juga memprihatinkan di wilayah Serpong dan Bandung, menandakan adanya masalah serius terkait polusi udara di beberapa kota besar Indonesia.

Advertisements

Berdasarkan pemantauan situs IQAir pada pukul 07.15 WIB, ketiga kota tersebut menunjukkan angka Indeks Kualitas Udara (AQI) di atas 150. Angka ini menempatkan mereka dalam kategori udara yang tidak sehat, di mana masyarakat umum, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru, sangat rentan mengalami dampak buruk terhadap kesehatan.

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian pernyataan yang dikutip dari laman IQAir pada Rabu (7/1), menegaskan urgensi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menyikapi kondisi ini, IQAir sangat menganjurkan masyarakat untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sejalan dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga berulang kali mengimbau penggunaan masker, terutama saat berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi, sebagai langkah proteksi diri.

Advertisements

Berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, dengan poin AQI 172 (kategori tidak sehat)
  2. Serpong, dengan poin AQI 168 (kategori tidak sehat)
  3. Bandung, dengan poin AQI 156 (kategori tidak sehat)
  4. Jakarta, dengan poin AQI 105 (kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif)
  5. Pekanbaru, dengan poin AQI 88 (kategori sedang)

Di sisi lain, tidak semua wilayah Indonesia menghadapi masalah polusi udara yang sama. Kabupaten Badung di Bali mencatat kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 44. Disusul oleh Palangkaraya di Kalimantan Tengah dengan poin AQI 56, yang termasuk dalam kategori sedang.

Melangkah ke ranah global, data menunjukkan perbedaan yang mencolok. Kota besar dengan kualitas udara paling sehat di dunia pagi ini adalah Seattle, Amerika Serikat, dengan poin AQI hanya 4. Kemudian, ada Vancouver di Kanada dengan AQI 9 dan Kuala Lumpur di Malaysia dengan AQI 11, menggambarkan standar udara bersih yang patut dicontoh.

Namun, di belahan dunia lain, situasi kualitas udara jauh dari ideal. Daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk pagi ini didominasi oleh kota-kota di Asia Selatan dan Afrika, yang menunjukkan tantangan lingkungan yang masif. Kolkata, India, memimpin daftar ini dengan kondisi udara yang bahkan masuk kategori sangat tidak sehat.

Berikut adalah daftar kota-kota dengan kualitas udara terburuk secara global:

  1. Kolkata, India dengan poin AQI 255 (kategori sangat tidak sehat)
  2. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 235 (kategori sangat tidak sehat)
  3. Delhi, India, dengan poin AQI 197 (kategori tidak sehat)
  4. Kairo, Mesir, dengan poin AQI 179 (kategori tidak sehat)
  5. Kampala, Uganda, dengan poin AQI 173 (kategori tidak sehat)

Indeks Kualitas Udara (AQI) merupakan standar pengukuran konsentrasi polutan udara, khususnya PM 2.5, yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai kategori kualitas udara. Kategori ‘baik’ mencakup rentang PM 2.5 0-50, kategori ‘sedang’ pada rentang 51-100, dan kategori ‘tidak sehat untuk kelompok sensitif’ berada pada rentang PM 2.5 101-150.

Lebih lanjut, kategori ‘tidak sehat’ memiliki rentang PM 2.5 di angka 151-200, diikuti oleh kategori ‘sangat tidak sehat’ pada 201-299, dan yang paling parah adalah kategori ‘berbahaya’ pada rentang PM 2.5 300-500. Perlu diingat, kualitas udara dalam kategori ‘sangat tidak sehat’ sudah dapat menimbulkan kerugian kesehatan pada sebagian populasi yang terpapar, sementara kategori ‘berbahaya’ secara signifikan dapat merugikan kesehatan secara serius bagi seluruh populasi manusia. Memahami kategori AQI ini menjadi krusial untuk melindungi kesehatan kita dari dampak polusi udara.

Advertisements