
Bandung, Bogor, dan Palangkaraya mengawali pagi ini, Jumat (9/1), dengan berita menggembirakan. Ketiga kota ini, bersama beberapa lainnya, tercatat dalam daftar wilayah dengan kualitas udara terbaik di Indonesia. Berdasarkan pantauan situs IQAir pada pukul 08.00 WIB, kualitas udara di wilayah-wilayah tersebut tergolong baik, dengan poin Indeks Kualitas Udara (AQI) tidak lebih dari 50.
Kualitas udara yang jernih ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah undangan untuk menikmati aktivitas di luar ruangan. “Ini adalah waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dengan sedikit atau tanpa risiko yang ditimbulkan oleh udara yang dihirup,” demikian pernyataan IQAir, menekankan manfaat dari kondisi udara yang optimal ini, dikutip pada Jumat (9/1).
Berikut adalah daftar kota-kota di Indonesia yang mencatat kualitas udara terbaik pada Jumat (9/1) pagi:
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 17 (kategori baik)
- Bogor, Jawa Barat, dengan poin AQI 33 (kategori baik)
- Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan poin AQI 36 (kategori baik)
- Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 36 (kategori baik)
- Badung, Bali, dengan poin AQI 44 (kategori baik)
Di sisi lain, gambaran kontras terpampang di Tangerang Selatan, yang kembali menjadi sorotan dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini. Dengan poin AQI mencapai 84, kualitas udara di Tangerang Selatan tergolong sedang.
Meskipun kualitas udara sedang masih dianggap relatif aman untuk kelompok masyarakat umum, kondisi ini berpotensi rentan bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru, terutama saat melakukan aktivitas berat di luar ruangan. IQAir pun menyarankan, “Karena risiko gejala penyakit pernapasan, kelompok sensitif harus mengurangi olahraga di luar ruangan.”
Beralih ke skala global, situasi kualitas udara menunjukkan disparitas yang mencolok. Beberapa kota besar justru mencatat kategori sangat tidak sehat. Berikut adalah daftar kota dengan polusi udara terburuk di dunia:
- Kolkata, India, dengan poin AQI 220 (kategori sangat tidak sehat)
- Delhi, India, dengan poin AQI 216 (kategori sangat tidak sehat)
- Baghdad, Irak, dengan poin AQI 205 (kategori sangat tidak sehat)
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 202 (kategori sangat tidak sehat)
- Doha, Qatar, dengan poin AQI 186 (kategori tidak sehat)
Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota justru menunjukkan kualitas udara yang patut ditiru. Kota Tehran di Iran tercatat memiliki kualitas udara paling sehat di dunia dengan poin AQI 0. Disusul oleh Tokyo di Jepang dengan poin AQI 13, dan Vancouver di Kanada dengan poin AQI 14.
Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah kunci untuk menginterpretasikan data ini. AQI mengukur konsentrasi polutan udara, khususnya PM 2.5, dan mengkategorikannya sebagai berikut:
- Baik: Rentang PM 2.5 0-50
- Sedang: Rentang PM 2.5 51-100
- Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: Rentang PM 2.5 101-150
- Tidak Sehat: Rentang PM 2.5 151-200
- Sangat Tidak Sehat: Rentang PM 2.5 200-299. Kualitas udara dalam kategori ini dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
- Berbahaya: Rentang PM 2.5 300-500. Kualitas udara kategori ini dapat menyebabkan dampak serius terhadap kesehatan populasi manusia.