Menkeu Purbaya bidik IHSG tembus 10 ribu, OJK ingatkan syarat berat di balik optimisme pemerintah

RADARBISNIS — Target angka 10.000 untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari sekadar angka. Ini adalah pernyataan kepercayaan diri. Ketika Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dengan optimisme menyatakan IHSG berpotensi menyentuh level tersebut tahun ini, pasar menangkapnya sebagai sinyal kuat dari pemerintah. Namun, di balik gelombang optimisme tersebut, regulator pasar memilih untuk tetap berpijak pada realitas.

Advertisements

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak terburu-buru mengamini target ambisius tersebut. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menegaskan bahwa proyeksi IHSG 10.000 baru akan relevan jika ditopang oleh fondasi ekonomi yang benar-benar kokoh dan berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers virtual pada Jumat (9/1), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

“Bilamana fundamental ekonomi Indonesia solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin tercapai,” ujar Inarno. Pernyataan tersebut, meskipun sederhana, membawa pesan yang tegas: optimisme tanpa dukungan fundamental kuat hanya akan berakhir sebagai angka di papan proyeksi, tanpa substansi nyata.

Emiten, Free Float, dan Investor Institusi: Fondasi Kualitas Pasar Modal

Advertisements

Inarno kemudian merinci prasyarat krusial lain yang tidak boleh diabaikan demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal. Peningkatan kualitas emiten, perluasan free float, serta peran aktif investor institusi—baik global maupun domestik—menjadi kunci. Tanpa fondasi ini, kenaikan indeks berisiko rapuh dan mudah runtuh oleh sentimen pasar yang berfluktuasi.

OJK juga mengingatkan bahwa pasar modal Indonesia tidak berdiri sendiri. Berbagai dinamika global, mulai dari geopolitik, arah suku bunga bank sentral dunia, hingga pergerakan arus modal asing, tetap menjadi variabel penentu yang signifikan. Oleh karena itu, para investor diimbau untuk tidak mudah terpukau oleh target besar semata, melainkan tetap waspada terhadap risiko yang ada.

“Tentu kami tidak pernah jemu untuk mengingatkan keputusan berinvestasi tetap harus diiringi kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik,” tandas Inarno, menegaskan pentingnya pendekatan investasi yang bijaksana dan terukur.

Regulator Mengutamakan Irama yang Stabil, Bukan Euforia Sesaaat

Dari sisi kebijakan, OJK secara konsisten menegaskan bahwa perannya bukan untuk menciptakan euforia pasar jangka pendek. Fokus utama regulator adalah memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Lebih dari itu, OJK bertekad membangun ekosistem pasar modal yang sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Kami juga dorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat agar indeks dan instrumen lain berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek,” imbuh Inarno, menekankan visi regulator untuk pertumbuhan yang stabil dan resisten terhadap gejolak.

Antara Harapan Tinggi dan Disiplin Pasar yang Ketat

Target IHSG 10.000 kini berada di persimpangan antara harapan besar dan tuntutan disiplin pasar yang ketat. Pemerintah memang boleh menaruh optimisme tinggi, dan pelaku pasar wajar untuk memiliki impian besar. Namun, OJK mengingatkan, angka setinggi apa pun harus diimbangi dengan fundamental ekonomi yang kuat, tata kelola yang baik, dan kesabaran para investor. Di sinilah integritas pasar diuji dan dibentuk, bukan sekadar pada baliho target yang memukau.

Advertisements