Langkah pemulihan pascabencana banjir di wilayah Aceh mendapatkan dorongan signifikan melalui sinergi strategis antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP). Kolaborasi krusial ini berpusat pada penyediaan hunian sementara (huntara) tanggap darurat yang krusial bagi warga terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Setelah sebelumnya memprioritaskan normalisasi akses dan infrastruktur dasar bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kini pengadaan huntara menjadi eskalasi kebutuhan mendesak. Ini bertujuan agar masyarakat dapat melanjutkan kehidupan dengan aman dan bermartabat selama masa transisi, mempersiapkan mereka untuk fase pemulihan yang lebih lanjut.
Dalam skala nasional, Danantara menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit huntara di berbagai lokasi terdampak bencana dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Sebagai wujud kontribusi BUMN dalam upaya kemanusiaan ini, PTPP mengambil peran aktif dalam pembangunan masing-masing 600 unit huntara di Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Secara lebih spesifik, di Kabupaten Aceh Tamiang, PTPP telah berhasil menuntaskan 94 unit hunian model panggung yang kini telah siap untuk dihuni. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, tercatat 118 unit huntara telah selesai dibangun per tanggal 15 Januari 2026, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penyediaan tempat tinggal sementara.
Kawasan hunian ini dikembangkan dengan desain holistik agar dapat segera difungsikan, mengutamakan kenyamanan dan kesiapan instan. Berbagai fasilitas pendukung esensial telah disiapkan, meliputi MCK, tandon air, musala, tempat wudu dan cuci, hingga aksesibilitas yang baik berupa jalan pedestrian serta sistem drainase yang terpadu.
Tidak hanya itu, aspek teknis penting seperti sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) juga dipastikan beroperasi optimal demi menunjang kebutuhan esensial warga sejak awal masa pemulihan. Seluruh proyek pembangunan ini dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi erat dengan BP BUMN, memastikan respons yang diberikan tepat sasaran dan relevan dengan kondisi lapangan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa penyediaan hunian ini merupakan elemen integral dari strategi pemulihan berkelanjutan. Menurutnya, fokus pemulihan tidak berhenti hanya pada perbaikan akses dan infrastruktur semata.
“Masyarakat juga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar dapat kembali menata kehidupan sehari-hari. Hunian sementara ini kami siapkan sebagai ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan,” ujar Joko dalam keterangan yang dirilis lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1).
Pembangunan huntara ini menjadi bagian tak terpisahkan dari serangkaian upaya pemulihan di wilayah Aceh yang telah berjalan sebelumnya, termasuk perbaikan berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang esensial bagi masyarakat terdampak.
Joko menambahkan, melalui kolaborasi ini, PTPP berharap dapat memfasilitasi warga melalui fase pemulihan awal dengan lebih aman dan nyaman. Pihaknya juga menginginkan langkah ini dapat mendorong pemulihan kehidupan sosial masyarakat secara bertahap melalui koordinasi yang erat dengan para pemangku kepentingan terkait.