
Babaumma – Pasar saham Indonesia menunjukkan performa gemilang dengan ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (3/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,52 persen atau melonjak 199 poin, mencapai level 8.122 yang memukau.
Data dari RTI Business mengungkapkan bahwa pada penutupan sesi perdagangan awal ini, mayoritas saham bergerak positif. Sebanyak 654 saham terpantau menguat, sementara 108 saham melemah, dan 56 saham lainnya stagnan tanpa perubahan berarti. Aktivitas transaksi di bursa juga cukup ramai, dengan volume perdagangan tercatat sebanyak 61.099 saham dan nilai transaksi mencapai Rp 29.352 miliar. Total frekuensi transaksi bahkan menembus angka 3.273.812 kali.
10 Rekomendasi Tempat Makan Halal di Pantai Indah Kapuk (PIK), dari Nasi Uduk hingga Sushi
Menyikapi lonjakan positif IHSG ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penguatan tersebut tidak terlepas dari kembalinya aliran dana asing ke pasar saham domestik. Kondisi ini menjadi angin segar setelah dua pekan sebelumnya dana asing sempat keluar dari pasar.
Airlangga secara spesifik menjelaskan bahwa pada perdagangan terakhir, tercatat adanya dana asing masuk (net inflow) lebih dari Rp 600 miliar. Menurutnya, kondisi ini merupakan sinyal yang sangat positif dan menjanjikan bagi pergerakan pasar modal nasional ke depan. “Kalau kemarin kita lihat lebih dari Rp 600 miliar itu net inflow asing. Jadi dua minggu terakhir net outflow, tapi kemarin net inflow, dan pagi ini (IHSG) masuk jalur hijau,” ujar Airlangga kepada para wartawan usai menghadiri Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dinamika keluar-masuknya dana asing adalah hal yang lumrah dan wajar dalam pergerakan pasar keuangan global. Oleh karena itu, Airlangga meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek yang kerap terjadi. “Ya kita tunggu saja, itu kan normalisasi. Normalisasi daripada portofolio,” jelas Airlangga, menenangkan spekulasi pasar.
Bolu Ubi Keju Kukus: Dessert Sehat dengan Bahan Super Minimal
Selain itu, Airlangga juga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan kuat, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Pemerintah, imbuhnya, akan terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi makro guna mempertahankan kepercayaan pasar.
Dalam kesempatan yang sama, menanggapi pertanyaan terkait penunjukan pimpinan definitif Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Airlangga memastikan bahwa prosesnya saat ini sedang berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemerintah tengah mempersiapkan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) untuk mengawal proses penting ini. “Berproses karena tentu berdasarkan undang-undang, Menteri Keuangan sedang membentuk Pansel,” tukasnya, memberikan kejelasan mengenai tahapan selanjutnya.