Jelang Imlek 2026: Cek sektor saham risiko boncos di tahun kuda api

Babaumma – JAKARTA — Mendekati perayaan Imlek 2026, sorotan tertuju pada proyeksi pasar saham di bawah pengaruh Tahun Kuda Api. Para investor dan pelaku pasar tentu menantikan panduan, terutama dari sudut pandang metafisika Tiongkok. Dalam kesempatan ini, seorang ahli Feng Shui memaparkan sektor-sektor yang diprediksi akan menghadapi ujian berat serta yang berpotensi meraih keuntungan signifikan sepanjang tahun tersebut.

Advertisements

Yulius Fang, Founder Feng Shui Consulting Indonesia, memaparkan analisisnya dalam acara BRI Danareksa Outlook 2026 pada Jumat (13/2/2026). Menurut analoginya, dominasi elemen api dalam Tahun Kuda Api berpotensi besar membakar elemen logam. Fenomena ini membawa implikasi signifikan bagi sejumlah sektor. Fang secara spesifik mengidentifikasi lini bisnis yang terkait dengan logam, seperti industri otomotif, elektronik, komputer, dan mesin, sebagai sektor yang akan menghadapi tantangan serius. Ia menegaskan, “Pada saat sebuah pasar mengalami ketidakseimbangan, tahun ini contohnya, api kuat akan membakar logam. Jadi lini bisnis logam akan sangat terpengaruh tahun ini. Tantangan harus bisa dihadapi dengan ketahanan atau strategi.”

Namun, di tengah proyeksi tantangan, Fang juga menyoroti adanya peluang cerah bagi beberapa sektor. Ia menjelaskan, “Sektor dengan elemen kayu, tanah, air, dan api menjadi sektor yang akan bergerak menguat, saat sektor dengan elemen logam menghadapi tantangan yang cukup besar.” Pandangan ini memberikan optimisme bagi investor untuk mengarahkan fokus pada area-area yang lebih prospektif.

Secara lebih rinci, sektor-sektor yang berasosiasi dengan elemen air diprediksi akan menunjukkan performa kuat. Ini termasuk industri konsumer, pariwisata, transportasi, perikanan, perkapalan, media online, hingga layanan laundry, yang diperkirakan memiliki peluang pertumbuhan yang signifikan. Selanjutnya, elemen kayu juga menjanjikan prospek positif, meliputi industri tekstil dan mode, layanan kesehatan, kehutanan dan perkebunan, percetakan, serta ekspedisi dan logistik. Tidak ketinggalan, sektor-sektor yang terkait dengan elemen tanah, seperti industri properti, infrastruktur, konstruksi, perbankan, dan asuransi tradisional, turut diramalkan akan mencatatkan kinerja yang mengesankan di Tahun Kuda Api 2026.

Advertisements

Menariknya, Yulius Fang juga memberikan proyeksi untuk instrumen investasi lainnya. Ia memperkirakan bahwa saham dan aset kripto berpotensi mengalami koreksi. Khusus untuk kripto, ia tidak melihat adanya tren bullish yang kuat. Di sisi lain, emas justru diprediksi akan terus menunjukkan potensi peningkatan. Mengulas lebih jauh, Fang menjelaskan bahwa kondisi pasar modal di Indonesia pada Tahun Kuda Api 2026 akan cenderung volatil, terutama hingga paruh pertama tahun tersebut.

Dalam pandangannya, Tahun Kuda Api memang akan membangkitkan optimisme di kalangan pasar, namun pada saat bersamaan, ia juga dapat memicu ketidaksabaran investor terhadap hasil. Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat krusial untuk meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan aset. Yulius Fang menggarisbawahi pentingnya strategi konservatif, dengan nasihat tegas, “Tahun ini adalah tahun ketidakstabilan dan tantangan. Jadi atur cashflow, jangan semua all-in. Tahun ini bukan tentang kecepatan, tapi tentang kestabilan.” Ini adalah pengingat vital bagi setiap investor untuk berinvestasi dengan bijak dan strategis.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada diskresi pembaca. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas segala potensi kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil.

Advertisements